Pemeriksaan Imunohistokimia Tambahan untuk Penderita Kanker Payudara Tripel Negatif Usia Muda
Kata Kunci:
Pemeriksaan Imunohistokimia, Penderita, Kanker PayudaraAbstrak
Karsinoma pada payudara merupakan jenis kanker paling banyak dijumpai dan menempati urutan pertama jenis keganasan yang sering menimbulkan kematian pada wanita di seluruh dunia. Kanker payudara termasuk suatu jenis kanker yang heterogen disebabkan adanya berbagai variasi pada gambaran klinis, perilaku biologi tumor dan respon terhadap kemoterapi. Insiden penyakit ini meningkat dengan cepat sejalan dengan pertambahan usia. Menurut keterangan dari Globocan, The International Agency for Research on Cancer (IARC) tahun 2018, insiden kasus baru kanker payudara menempati urutan ke 2 dari seluruh jenis kanker, yaitu sekitar 11,6 % (± 2.089 juta kasus/tahun). Di Indonesia, sampai saat ini angka kejadian kanker pada payudara masih tinggi, menempati urutan pertama dari seluruh kanker yang terjadi pada wanita. Penderita kanker payudara usia muda merupakan penderita kanker payudara berusia kurang dari 40 tahun pada saat didiagnosis. Dalam penjelasan lanjut pada buku ini memberikan keterangan bahwa tidak terdapat hubungan antara MDSC, sel T regulatori dan CAF terhadap respon kemoterapi penderita TNBC usia muda dengan pemberian neoajuvan kemoterapi dengan menggunakan protocol terapi hormonal dan targeting terapi (Docetaxel dan Platinum base). Oleh karena itu, untuk meningkatkan keberhasilan terapi pada penderita tersebut perlu dilakukan pemeriksaan imunohistokimia ditambahkan untuk menganalisa sel-sel MDSC, Treg dan carcinoma associated fibroblast serta terapi targeting MDSC, targeting anti Treg dan targeting anti Vimentin pada protokol terapi sehingga prognosis menjadi lebih baik, angka harapan hidup penderita menjadi lebih tinggi serta lebih efisien.