Penyuluhan Mencuci Tangan sebagai Upaya Mencegah Cacingan di SD Negeri 177 Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.64499/jaka.v1i1.78Kata Kunci:
Cuci tangan, Kecacingan, SD Negeri 177 PekanbaruAbstrak
Infeksi cacing kerap menjadi permasalahan bagi anak sekolah baik di negara berkembang atau negara miskin di seluruh dunia. Penyakit ini mempengaruhi pemasukan (intake), pencernaan (digestif), penyerapan (absorbsi) dan metabolisme makanan.. Cacingan berakibat buruk pada kemampuan anak dalam menerima dan mengikuti pelajaran di sekolah. Mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan air dan sabun untuk memutuskan mata rantai kuman. Mencuci tangan dengan menggunakan air dan sabun dapat lebih efektif membersihkan kotoran dan telur cacing yang menempel pada permukaan kulit, kuku dan jari-jari pada kedua tangan. Kegiatan enam langkah cuci tangan menurut ketentuan WHO ini berlangsung 40 sampai 60 detik, tidak kurang dan tidak lebih. Kami membuat program Penyuluhan Mencuci Tangan Sebagai Upaya Mencegah Cacingan dengan mengubah lirik lagu Balonku Ada Lima menjadi Enam Langkah Cuci Tangan, agar mudah diingat dan memberikan edukasi kepada siswa SDN 177 Kota Pekanbaru kelas 4 sebanyak 30 siswa, mengenai pentingnya mencuci tangan pakai sabun dan cara mencuci tangan pakai sabun yang baik dan benar. Setelah mengikuti penyuluhan ini, diharapkan siswa SDN 177 Pekanbaru dapat selalu menjaga kebersihan terutama kebersihan tangan dengan rajin mencuci tangan pakai sabun untuk menghindari mereka dari penyakit infeksi. Tingkat pengetahuan anak-anak mengenai kegiatan mencuci tangan pakai sabun setelah diadakannya penyuluhan ini meningkat, hal ini dapat terlihat dari kelancaran mereka dalam mempraktikkan cara mencuci tangan pakai sabun dan menjawab pertanyaan yang diberikan dengan baik dan benar.



