MANAJEMEN PEMBELAJARAN AKHLAK BERBASIS PESANTREN dalam Membentuk Humanisme Santri
Kata Kunci:
Manajemen, pembelajaran, Akhlak, Berbasis PesanternAbstrak
Di era globalisasi dan teknologi saat ini, tantangan dalam pendidikan akhlak semakin kompleks dan memerlukan pendekatan yang lebih holistik. Pengaruh budaya luar yang kuat seringkali menyuguhkan nilai-nilai yang kontradiktif dengan ajaran akhlak tradisional, sementara mudahnya dan berkembangnya teknologi yang terus berkembang dapat mengakibatkan pergeseran nilai serta menumbuhkan budaya konsumerisme dan individualisme di anak usia sekolah (remaja). Media sosial, misalnya, tidak hanya menyebarluaskan konten yang dapat mempengaruhi pola pikir dan perilaku, tetapi juga sering kali menampilkan gaya hidup yang bertentangan dengan prinsip akhlak yang dipegang teguh. Oleh karena itu, penting untuk melibatkan sinergi antara keluarga, sekolah dan pesantren, dan masyarakat dalam upaya penanaman dan pemeliharaan nilai-nilai akhlak. Manajemen pembelajaran akhlak berbasis pesantren lahir sebagai langkah nyata untuk bagaimana membentuk sikap santri yang mulia, terpuji, berjiwa sosial selain religius secara spiritual.