Masyarakat Religius “Kontruksi Nilai-nilai Religius dalam Kehidupan”
Keywords:
Masyarakat, religius, konstruksi, nilai-nilaiAbstract
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah Swt. yang telah melimpahkan rahmat dan nikmat-Nya sehingga buku di hadapan Anda ini berhasil kami selesaikan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad Saw., keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh pengikutnya yang setia. Amin. Buku di tangan Anda ini mengkaji secara kritis teori, konsep, dan model mengenai kontruksi nilai-nilai religius di dalam kehidupan dengan studi kasus yang langsung di dapatkan melalui penelitian dengan melakukannya di beberapa dusun Yogyakarta, tujuan dari buku ini, yaitu strategi untuk melahirkan masyarakat yang memiliki tingkat religius yang tinggi, agar masyarakat di ruang lingkup kecil dalam dinamika kehidupan cerdas akal dan cerdas adab. Masyarakat religius ialah merupakan suatu cara hidup dan tata sosial yang menyeluruh, aktivitas keagamaan merupakan sebagai pondasi individu kemasyarakatan. Para pemeluk agama tidaklah berdiri-sendiri sebagai pribadipribadi yang terpisah, mereka membentuk masyarakat dan komunitas.1 Dalam mewujudkan masyarakat religius mempunyai konsep kemasyarakatan antara lain, pertama: Taqwa dalam pandangan Nurcholish Madjid, biasa dijelaskan sebagai sikap “takut kepada Tuhan” atau “sikap menjaga diri dari perbuatan jahat”, atau “sikap patuh memenuhi segala kewajiban serta menjahui larangan Tuhan.” Dari sini bisa di lihat bahwa takwa merupakan menyangkut hubungan manusia dan Tuhan. Tetapi implikasi daripada takwa adalah bersifat kemanusiaan. Apabila orang bertakwa kepada Tuhan, maka implikasinya adalah bersikap adil terhadap sesama manusia, dan upaya melakukan inovasi secara fisik dan non-fisik.