Representasi Diksi Bermuatan Kebencian dalam Komentar Instagram terhadap Akun Syekh Ahmad Al Misry: Kajian Linguistik Forensik

Penulis

  • andini Universitas Andalas
  • Apriwansyah Rymon Saputra UNIVERSITAS ANDALAS
  • Andini Sewalra Widuna UNIVERSITAS ANDALAS
  • Tiara Oktaviana Situmorang UNIVERSITAS ANDALAS
  • Kelvin Pradifta Riadi UNIVERSITAS ANDALAS
  • Hafizah Ramadhani UNIVERSITAS ANDALAS
  • Roma Kyo Kae Saniro UNIVERSITAS ANDALAS
  • Zahara Amirela Putri UNIVERSITAS ANDALAS

DOI:

https://doi.org/10.64499/eduaksara.v5i1.346

Kata Kunci:

Ujaran kebencian, Instagram, Sosial media, Llinguistik Forensik

Abstrak

Abstrak: Media sosial telah menjadi ruang publik digital yang memungkinkan pengguna mengekspresikan pendapat secara terbuka melalui fitur komentar. Namun, kebebasan berekspresi tersebut juga berpotensi melahirkan praktik komunikasi yang mengandung penghinaan, pelabelan negatif, dan ujaran bermuatan kebencian. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan fungsi penggunaan diksi bermuatan kebencian dalam kolom komentar Instagram terhadap akun Syekh Ahmad Al Misry. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif linguistik forensik. Data penelitian berupa komentar pengguna Instagram yang dikumpulkan melalui teknik observasi nonpartisipatif dan dokumentasi digital pada unggahan yang berkaitan dengan isu publik yang sedang berkembang. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, identifikasi bentuk diksi, kategorisasi berdasarkan fungsi pragmatik, dan interpretasi konteks sosial bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan diksi dalam komentar cenderung terbagi ke dalam tiga bentuk dominan, yaitu (1) pelabelan negatif dan delegitimasi identitas, (2) sarkasme dan cemoohan melalui pemilihan leksikal bernilai peyoratif, serta (3) provokasi dan ekspresi agresif yang diarahkan pada pembentukan citra negatif terhadap subjek. Selain itu, ditemukan penggunaan istilah eufemistis dan slang sebagai strategi penyamaran ujaran yang tetap mempertahankan muatan evaluatif negatif. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya menjadi sarana pertukaran opini, tetapi juga ruang pembentukan persepsi sosial melalui pilihan bahasa tertentu.

Kata kunci: ujaran kebencian; linguistik forensik; media sosial; Instagram; diksi

 

Abstract: Social media has become a digital public space that allows users to express their opinions openly through the comment feature. However, this freedom of expression also has the potential to give rise to communication practices that contain insults, negative labeling, and hate speech. This study aims to analyze the forms and functions of the use of hate-filled diction in the Instagram comment column on the account of Sheikh Ahmad Al Misry. The study uses a descriptive qualitative approach with a forensic linguistic perspective. The research data consists of Instagram user comments collected through non-participatory observation techniques and digital documentation on posts related to developing public issues. The data were analyzed through the stages of data reduction, identification of diction forms, categorization based on pragmatic functions, and interpretation of the social context of language. The results of the study indicate that the use of diction in comments tends to be divided into three dominant forms, namely (1) negative labeling and identity delegitimization, (2) sarcasm and ridicule through the selection of pejorative lexical values, and (3) provocation and aggressive expressions aimed at forming a negative image of the subject. Furthermore, the use of euphemistic and slang terms was found as a strategy to disguise speech while maintaining negative evaluative content. This finding suggests that social media is not only a means of exchanging opinions but also a space for shaping social perceptions through specific language choices.

Keywords: hate speech; forensic linguistics; social media; Instagram; diction

Referensi

Annisa, F. (2023). Ujaran kebencian terhadap artis K-pop dalam opening ceremony FIFA World Cup 2022. Jurnal Komunikasi Global, 12(1), 71–97. https://doi.org/10.24815/jkg.v12i1.31107

Haris, S., Zuhro, S., & Romli, L. (2019). Ujaran kebencian, hoaks, dan perilaku memilih. Jurnal Penelitian Politik, 16(2), 115–167.

Jenkins, H., Ford, S., & Green, J. (2013). Spreadable media: Creating value and meaning in a networked culture. New York: New York University Press.

Kusumasari, D., & Arifianto, S. (2019). The meaning of hate speech text on social media. Jurnal Komunikasi, 12(1), 1–15.

Suryani, Y., Istianingrum, R., & Hanik, S. U. (2021). Linguistik forensik ujaran kebencian terhadap figur publik di media sosial Instagram. Belajar Bahasa, 6(1), 107–118.

Waruwu, D. F. M., & Vera, N. (2020). Ujaran kebencian di media sosial: Studi netnografi pada akun Instagram. AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(1), 55–69.

Wihdatul, A. (2022). Ujaran kebencian terhadap figur publik di media sosial: Kajian linguistik forensik. Jurnal Sinestesia, 12(2), 435–444.

Brown, P., & Levinson, S. C. (1987). Politeness: Some universals in language usage. Cambridge: Cambridge University Press.

Fairclough, N. (1995). Media discourse. London: Edward Arnold.

Culpeper, J. (2011). Impoliteness: Using language to cause offence. Cambridge: Cambridge University Press.

Dynel, M. (2016). “I has seen image macros!” Advice animal memes as visual-verbal jokes. International Journal of Communication, 10, 660–688.

McEnery, T. (2006). Swearing in English: Bad language, purity and power from 1586 to the present. London: Routledge.

Shortis, T. (2007). The language of ICT: Information and communication technology. London: Routledge.

Tannen, D. (2007). Talking voices: Repetition, dialogue, and imagery in conversational discourse. Cambridge University Press.

Wodak, R., & Meyer, M. (2016). Methods of critical discourse studies (3rd ed.). London: Sage

Diterbitkan

2026-06-03

Cara Mengutip

andini, Rymon Saputra, A., Andini Sewalra Widuna, Tiara Oktaviana Situmorang, Kelvin Pradifta Riadi, Ramadhani, H., … Zahara Amirela Putri. (2026). Representasi Diksi Bermuatan Kebencian dalam Komentar Instagram terhadap Akun Syekh Ahmad Al Misry: Kajian Linguistik Forensik. Jurnal Edu Aksara, 5(1), 20–26. https://doi.org/10.64499/eduaksara.v5i1.346