Dakwah dalam Nuansa Horor: Narasi Mistik dan Religi pada Film Horor Indonesia
Kata Kunci:
DakwahAbstrak
Siapa bilang dakwah hanya hadir lewat mimbar dan kitab? Dalam lanskap budaya populer Indonesia, film horor justru menjadi salah satu medium yang efektif menyisipkan pesan-pesan keagamaan melalui cara yang tidak konvensional—melalui narasi mistik. Buku ini mengupas secara mendalam bagaimana dakwah ditampilkan dalam empat film horor Indonesia tahun 2024, melalui tiga kategori mistik: mistik biasa, mistik magis putih, dan mistik magis hitam. Dengan pendekatan semiotika Roland Barthes, penulis menelusuri simbol-simbol religius yang muncul dalam bentuk adegan beribadah, zikir, praktik ilmu hikmah, hingga interaksi dengan jin, setan, dan jimat. Setiap elemen mistik dibedah tidak hanya dari sisi visual, tapi juga dari makna sosio-religiusitas masyarakat Indonesia—Abangan, Santri, dan Priyayi—yang direpresentasikan secara implisit maupun eksplisit dalam film. Buku ini tidak hanya memperkaya kajian dakwah dan komunikasi massa, tetapi juga membuka ruang refleksi tentang bagaimana media populer berperan dalam menyampaikan nilai-nilai spiritual di tengah budaya modern. Cocok untuk akademisi, peneliti, mahasiswa, dan siapa saja yang tertarik pada pertemuan antara agama, film, dan budaya kontemporer.