<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="https://jurnal.globalaksarapers.com/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-06-02T17:05:30Z</responseDate>
	<request metadataPrefix="oai_dc" verb="ListRecords">https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/8</identifier>
				<datestamp>2022-08-29T03:19:06Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Jalan Sufistik Buya Hamka: Rekonstruksi Tasawuf Klasik Menuju Neosufisme</dc:title>
	<dc:creator>Muvid, Muhamad Basyrul </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Sufistik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Hamka</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Tasawuf Klasik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Neosufsme</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Artikel ini bertujuan untuk menganalisa gagasan dan konsep Buya Hamka tentang tasawuf, dan usahanya untuk merekonstruksi tasawuf klasik menuju tasawuf modern (neosufisme). Metode yang digunakan ialah studi kepustakaan dengan menganalisa berbagai sumber yang relevan. Hasil menyimpulkan bahwa gagasan sufistik Buya Hamka sangatlah moderat, ia menginginkan tasawuf sebagai ajaran yang tidak anti kepada duniawi, sosial dan manusia. Tasawuf harus menjadi ajaran yang seimbang dan mengarahkan manusia kepada Allah dan juga bersosial dengan baik. Sehingga, peranan sebagai “hamba” dan “khalifah” Allah akan berjalan seimbang. Praktik-praktik sufistik juga harus tetap memperhatikan koridor syariat, agar perjalanan spiritualnya bisa benar-benar sampai kepada Allah Swt.
Abstract
This article aims to analyze Buya Hamka&#039;s ideas and concepts about Sufism, and his efforts to reconstruct classical Sufism into modern Sufism (neosufism). The method used is literature study by analyzing various relevant sources. The results conclude that Buya Hamka&#039;s Sufistic ideas are very moderate, he wants Sufism as a teaching that is not anti-worldly, social, and human. Sufism must be a balanced teaching and direct humans to God and socialize well. Thus, the role as &quot;servant&quot; and &quot;caliph&quot; of Allah will run in balance. Sufistic practices must also pay attention to the corridors of the Shari&#039;a, so that their spiritual journey can truly reach Allah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/8</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.7029501</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 1 No 1 (2022): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 1-7</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/8/7</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/9</identifier>
				<datestamp>2022-08-29T03:23:13Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Konsep Takwa dan Iman Kepada Allah  Serta Realisasinya dalam Kehidupan</dc:title>
	<dc:creator>Martiansa, Arsany Firdan </dc:creator>
	<dc:creator>Chendi A, Ahmad Rizky </dc:creator>
	<dc:creator>Irsyaduddin, Ahmad Jazim </dc:creator>
	<dc:creator>Ardhani, M. Raffi </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mengkaji informasi mengenai aktualisasi iman dan taqwa kepada Allah dan implementasi dalam kehidupan sehari-hari. penelitian ini menggunakan metode pengumpulan dari beberapa data dengan menggunakan  penelitian pustaka,Sumber Primer dan Sumber Sekunder yang diambil dari google scholar. Temuan penelitian ini adalah bagaimana cara mengaktualisasikan iman dan taqwa serta cara implementasinya pada kehidupan sehari-hari. Adapun yang menjadi latar belakang penulisan ini karena mengingat kurangnya kesadaran masyarakat dalam hal takwa dan beriman dan menjadikan dirinya individualis dan bahkan ketinggalan jati diri (iman dan taqwa).
Abstract
This study aims to explore and examine information regarding the actualization of faith and piety to Allah and its implementation in daily life. This study uses the method of collecting data from several data using library research, primary sources and secondary sources taken from google scholar. The findings of this study are how to actualize faith and piety and how to implement them in everyday life. As for the background of this writing, considering the lack of public awareness in terms of piety and faith and making himself individualistic and even behind his identity (faith and taqwa).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/9</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.7030336</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 1 No 1 (2022): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 8-16</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/9/8</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/10</identifier>
				<datestamp>2022-08-29T03:31:27Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Merdeka Belajar: Relevansi Tradisi Macapat Denganfeodalisme dalam Perkembangan Pendidikan Islam Indonesia Analisis Konstruktivisme Jean Piaget</dc:title>
	<dc:creator>Ibad, Syaichon </dc:creator>
	<dc:creator>Kurnia PS, Alaika M. Bagus </dc:creator>
	<dc:creator>Robbani, Ahmad Rido </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Merdeka Belajar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Tradisi Macapat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Feodalisme</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">KKonstruktivisme Jean Piaget</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Inti permasalahan pada penelitian adalah masih minimnya pertarungan-pertarungan argumentasi pada gelanggang diskusi dalam dunia pendidikan Islam guna meluaskan cakrawala berpikir, membuka wawasan, melahirkan ide-ide baru, dan solusi-solusi relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari titik sentral dari sebuah keterkaitan antara tradisi macapat dengan fenomena feodalisme yang masih marak ditemukan pada aktivitas-aktivitas pendidikan di Indonesia, dimana kebenaran seringkali disandarkan pada status seseorang, sehingga diperlukan sebuah upaya untuk menanggulanginya. Sebab ketika otoritas selalu mendahului verifikasi, maka akan berdampak pada penyempitan atau kecilnya peluang murid dalam merdeka berpendapat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis konsep. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat kelas-kelas dalam puisi tradisional (macapat) yang kemudian melahirkan birokrasi sosial yang runyam dan banyak batasan. Pendapat rakyat pada penguasa dibatasi, sebagaimana pendapat anak terhadap orangtua atau pendapat murid kepada guru. Hal ini jelas bertentangan dengan esensi tujuan dari pendidikan sendiri untuk selalu memiliki porsi kebebasan dan kesempatan untuk berkembang secara ideal.
Abstract
The core of the problem in the research is the lack of argumentative battles in the discussion arena in the world of Islamic education in order to broaden the horizons of thinking, open horizons, generate new ideas, and relevant solutions. This study aims to find the central point of a link between the macapat tradition and the phenomenon of feudalism which is still rife in educational activities in Indonesia, where the truth is often based on one&#039;s status, so an effort is needed to overcome it. Because when authority always precedes verification, it will have an impact on the narrowing or small opportunity for students to have freedom of opinion. The research method used is qualitative with a concept analysis approach. The results showed that there were classes in traditional poetry (macapat) which then gave birth to a complicated social bureaucracy and many limitations. The opinion of the people on the authorities is limited, as is the opinion of children against their parents or the opinion of students on teachers. This is clearly contrary to the essence of the purpose of education itself to always have a portion of freedom and opportunity to develop ideally.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/10</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.7030338</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 1 No 1 (2022): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 17-43</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/10/9</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/11</identifier>
				<datestamp>2022-08-29T03:34:15Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Kimia dalam Pandangan Islam: Upaya Mencari Titik Temu Antara Sains dan Agama</dc:title>
	<dc:creator>Noryani, Ina </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kimia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Integrasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Ilmu Pengetahuan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa tentang Kimia dalam pandangan Islam sebagai upaya mencari titik temu antara sains dan agama. Metode penelitian ini menggunakan studi kepustakaan yang sumbernya dari berbagai dokumentasi baik buku, jurnal, media cetak atau online yang mendukung tema tersebut. Hasilnya adalah bahwa Kimia dalam Islam sebagai bagian dari ilmu pengetahuan yang kajiannya tidak bertentangan dengan Islam, bahkan Islam menjadi bahan dasar ilmu tersebut lahir, sehingga ada hubungan atara teori-teori Kimia dengan segala unsurnya terhadap nilai-nilai Islam. Kemudian, pembelajaran Kimia harus mengedukasi siswa untuk bisa bereksperimen dengan pendekatan Islam, agar bisa menggapai titik temu antara akal dan daya spiritual (hati), sehingga tidak terkesan berjalan sendiri-sendiri. Dengan demikian, Kimia bisa dijadikan sebagai ilmu pengetahuan yang ingin membuktikan kebenaran yang ada di dalam Al-Qur’an dan apa yang diciptakan oleh Allah, sehingga akan menguatkan keimanan seseorang tersebut.
Abstract
This study aims to describe and analyze Chemistry from an Islamic perspective as an effort to find common ground between science and religion. This research method uses a literature study whose sources come from various documentations, either books, journals, print or online media that support the theme. The result is that Chemistry in Islam as part of the science that studies it does not conflict with Islam, even Islam is the basic ingredient of the science being born, so that there is a relationship between chemical theories and all its elements to Islamic values. Then, Chemistry learning must educate students to be able to experiment with Islamic approaches, so that they can reach a meeting point between reason and spiritual power (heart), so they don&#039;t seem to walk alone. Thus, Chemistry can be used as a science that wants to prove the truth that is in the Qur&#039;an and what was created by Allah, so that it will strengthen one&#039;s knowledge.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/11</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.7030439</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 1 No 1 (2022): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 44-50</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/11/10</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/12</identifier>
				<datestamp>2022-08-29T04:21:17Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Rasionalisme Menurut Ar-Razi dan Aristoteles</dc:title>
	<dc:creator>El-Yunusi, Muhammad Yusron Maulana </dc:creator>
	<dc:creator>Fauziyah, Mirza </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Rasionalisme</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Akal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Rasio</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Logika</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Ar-Razi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Aristoteles</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Rasionalisme berpendapat bahwa pikiran harus terlibat aktif dalam pencarian pengetahuan (misalnya dengan berpikir, menalar atau mendeduksi). Akal  merupakan substansi sangat penting yang terdapat dalam diri manusia sebagai nur atau cahaya dalam hati. Pendapat ar-Razi dan Aristoteles cahaya yang dimaksud bersumber langsung dari Tuhan, agar memberikan kesadaran manusia dari kebodohan. Ar-Razi ialah seorang rasionalis murni, yang percaya bahwasannya pengetahuan didapat dengan cara berfikir, alat berfikir tersebut adalah petunjuk yang masuk akal atau logis. Sedangkan rasionalisme Aristoteles ialah sistematika berpikir yang pasti, absolut, serta tidak dapat ditentang. Di dalam aliran filsafat ilmu, rasionalisme ialah suatu ilmu yang berpandangan bahwasannya logika atau rasio (akal) adalah sumbernya pengetahuan
Abstract
Rationalism argues that the mind must be actively involved in the search for knowledge (eg by thinking, reasoning or deduction). Reason (ratio) is a very important substance contained in humans as light (nur) in the heart. This light, according to ar-Razi and Aristoteles, comes directly from God Almighty, as a messenger to awaken people from ignorance. Ar-razi is a pure rationalist, who believes that knowledge is obtained by thinking, thinking tools are logical rules or logical rules. Meanwhile, Aristoteles rationalism is systematic thinking that is certain, absolute, and cannot be challenged. In the philosophy of science, rationalism is a sciene which holds that logic or reason is the source of knowledge</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/12</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.7030449</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 1 No 1 (2022): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 51-62</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/12/11</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/13</identifier>
				<datestamp>2022-08-29T04:23:09Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Perangkat Pretest Membaca Al-Qur’an Menggunakan Kerangka “Just Fateha” Sebagai Strategi Penempatan Kelas Dengan Metode Bil Qolam</dc:title>
	<dc:creator>Kurnia PS, Alaika M. Bagus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kerangka “Just Fateha”</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Penempatan Kelas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Metode Bil Qolam</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Belajar membaca Al-Qur’an secara histori memiliki model pembelajaran secara talaqqi. Yaitu seorang guru mentransferkan ilmunya secara langsung berhadap-hadapan dan siswa menirukan bacaan gurunya dengan cara musyafahah. Maksud dari konsep musyafahah sendiri adalah, bentuk pembelajarannya berpusat pada guru. Yaitu guru membaca kemudian siswa menirukan. Hal tersebut diulang-ulang hingga pada akhirnya terciptalah demonstrasi yang dilakukan oleh siswa untuk membaca materinya kembali sebagai evaluasi. Urgensi pretest dalam pembelajaran Al-Qur’an sangat menentukan kompetensi siswa dalam melangsungkan belajarnya. Salah satu alasannya adalah menentukan sistem penempatan kelas. Penelitian ini hendak mencoba mengembangkan perangkat penilaian pretest membaca Al-Qur’an sebagai strategi penempatan kelas siswa agar penguji dengan mudah menilai dan mengkategorikannya. Sedangkan perangkat pretest yang dikembangkan pada kesempatan ini menggunakan metode Bil Qolam. Perangkat penilaian diberi nama “Just Fateha”, sebab dengan hanya membaca Al-Fatihah saja, penguji mampu mendiagnosa kemampuan membaca Al-Qur’an siswa sampai mana.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan perangkat pretest membaca al-Qur’an menggunakan kerangka “Just Fateha” sebagai strategi penempatan kelas dengan metode Bil Qolam telah berhasil dikembangkan dengan kategori baik.
Abstract
Learning to read the Qur&#039;an historically has a talaqqi learning model. That is, a teacher transfers his knowledge directly face to face and students imitate the teacher&#039;s reading by way of deliberation. The purpose of the concept of musyafahah itself is, the form of learning is teacher-centered. That is, the teacher reads and then the students imitate. This is repeated until in the end a demonstration is created by students to read the material again as an evaluation. The urgency of the pretest in learning the Qur&#039;an greatly determines the competence of students in carrying out their learning. One reason is to determine the class placement system. This study tries to develop a pretest assessment tool for reading the Qur&#039;an as a student class placement strategy so that examiners can easily assess and categorize them. While the pretest device developed on this occasion used the Bil Qolam method. The assessment tool is named &quot;Just Fateha&quot;, because by just reading Al-Fatihah, the examiner is able to diagnose the student&#039;s ability to read the Qur&#039;an to what extent. This study uses research and development methods. Based on the research that has been done, the pretest device for reading the Qur&#039;an using the &quot;Just Fateha&quot; framework as a class placement strategy with the Bil Qolam method has been successfully developed with a good category.
 </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/13</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.7030466</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 1 No 1 (2022): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 63-81</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/13/12</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/19</identifier>
				<datestamp>2022-09-08T19:33:11Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Membangun Generasi Ihsan Berkarakter Rabbani  Sejak Anak Usia Dini</dc:title>
	<dc:creator>Damayanti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Generasi Ihsan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Karakter Rabbani</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Anak Usia Dini</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Global Islamika</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah banyak mempengaruhi kehidupan sosial, budaya, dan pola pikir peserta didik. Oleh sebab itu penguatan pendidikan karakter penting untuk dimasukkan pada kurikulum pendidikan terutama pada tingkat dasar atau anak usia dini. Anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0-6 tahun dan masih dalam tahap menjadi anak-anak. Usia dini merupakan masa yang sangat tepat untuk menambahkan pendidikan karakter kepada peserta didik. Sebab, pada usia dini anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang luar biasa. Karakter sangat erat kaitannya dengan konsep ihsan. Ihsan merupakan pancaran dan buah pendalaman kehidupan beragama dan beriman. Karakter dalam konsep pendidikan Islam mengarahkan peserta didik untuk menjadi insan rabbani, yaitu manusia yang cinta ilmu, suka belajar dan menegakkan amar makruf nahi munkar. Pendidikan dengan karakter rabbani merupakan pendidikan karakter yang menekankan fungsionalisasi sifat-sifat Ketuhanan dalam proses pembelajaran melalui nilai-nilai spiritual, kejujuran, keikhlasan, kasih sayang, toleran, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, komunikatif dan lebih mengutamakan penekanan pada aspek afektif (hati).Oleh karena itu penting bagi pendidikan Islam saat ini untuk menciptakan generasi ihsan yang berkarakter rabbani bagi kemajuan bangsa.
&amp;nbsp;
Abstract
Advances in information and communication technology have greatly influenced the social, cultural, and mindset of students. Therefore, strengthening character education is important to be included in the educational curriculum, especially at the elementary or early childhood level. Early childhood is a child who is in the age range of 0-6 years and is still in the stage of being a child. Early age is a very appropriate time to add character education to students. Because, at an early age, children experience extraordinary growth and development. Character is closely related to the concept of ihsan. Ihsan is the radiance and fruit of deepening religious and faith life. Character in the concept of Islamic education directs students to become human beings rabbani, namely humans who love knowledge, love to learn, and enforce the commandments of ma&#039;ruf nahi munkar. Education with rabbinic character is character education that emphasizes the functionalization of divine attributes in the learning process through spiritual values, honesty, sincerity, compassion, tolerance, discipline, hard work, creativity, independence, democracy, communication and prioritizes the aspects of affective (heart). Therefore, it is important for Islamic education today to create a generation of ihsan with rabbinic character for the progress of the nation.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/19</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.7030209</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 1 No 1 (2022): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 82-101</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/19/19</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/20</identifier>
				<datestamp>2023-01-19T23:58:13Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Mahzab-Mahzab Filsafat pendidikan : Mahzab-Mahzab Filsafat pendidikan </dc:title>
	<dc:creator>Mahkotama, Saffa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Rasionalisme sampai materialisme</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">pendidikan Islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">filsafat pendidikan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Di dalam filsafat pendidikan Islam, terdapat berbagai macam aliran ataupun mazhab-mazhab yang ada, salah satunya adalah dari mazhab rasionalisme hingga pada materialisme. Mazhab filsafat pendidikan Islam merupakan gabungan antara dua kata, yaitu mazhab dan filsafat. Mazhab ialah suatu hukum yang merujuk pada suatu sumber hukum yang ada maupun dijadikan sebagai rujukan dalam berideologi. Dan filsafat diambil dari kata Bahasa Yunani, yaitu kata philo yang artinya “cinta” dan Sophia yaitu kebijaksanaan. Jadi, filsafat ialah suatu ilmu yang mencintai akan kebijaksanaan atau yang dikenal sebagai ilmu kritis sebelum melahirkan berbagai pengetahuan yang ada. Filsafat juga dikenal sebagai Mother of Knowledge (Induk Pengetahuan). Filsafat juga melahirkan beberapa mazhab yang terkemuka hingga pada era millenial ini (Era Kontemporer), yaitu mazhab rasionalisme, yang merupakan suatu mazhab filsafat yang berfokus pada akal manusia semata untuk memperoleh pengetahuan. Empirisme merupakan suatu cabang filsafat yang hampir sama dengan rasio, akan tetapi yang membedakan disini adalah menggunakan experience atau pengalaman sebagai tolak ukur untuk mendapatkan pengetahuan. Begitu juga dengan mazhab-mazhab lainnya yang akan dibahas nanti.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/20</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.7553335</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 1 No 2 (2022): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam ; 15-31</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v1i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/20/26</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/26</identifier>
				<datestamp>2023-01-19T23:58:13Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Nilai Religius dan Distansi Estetis Novel Daun Pun Berdzikir Karya Taufiqqurrahman Al Azizy</dc:title>
	<dc:creator>ZULLIANI Z, SITTI</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">penggambaran nilai religius aspek akidah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">akhlak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">ibadah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Distansi Estetis Novel </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Karya sastra yang baik adalah karya sastra yang selalu memberikan kesan pembacanya untuk berbuat yang lebih baik atau yang sesuai dengan ajaran agama. Novel Daun pun Berdzikir karya Taufiqurrahman Al-Azizy merupakan sebuah novel religius yang sangat inspiratif yang akan menuntun pembaca menemukan cinta berlandaskan kecintaan kepada Sang Maha Kuasa, karena hanya berbekal cinta kepada-Nya, hidup akan bahagia. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan penggambaran nilai religius aspek akidah, akhlak, dan ibadah serta mendeskripsikan penggambaran distansi estetis dari segi peristiwa yang ditampilkan. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasikan, menganalisis dan mendeskripsikan penggambaran nilai religius aspek akidah, akhlak, dan ibadah serta mendeskripsikan penggambaran distansi estetis dari segi peristiwa yang ditampilkan. Data dalam penelitian ini adalah aspek religius dan distansi estetis. Sumber data adalah keseluruhan isi novel Daun pun Berdzikir karya Taufiqurrahman Al-Azizy yang diterbitkan pada tahun 2010 dengan jumlah hal. 359 yang diterbitkan oleh Laksana Jogjakarta.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/26</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.7553315</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 1 No 2 (2022): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam ; 1-14</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v1i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/26/25</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/29</identifier>
				<datestamp>2023-02-13T03:44:02Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Maqamat Sufiyah Sebagai Media Pendidikan Akhlak</dc:title>
	<dc:creator>Muvid, Muhamad Basyrul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Maqamat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Sufiyah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Media Pembelajaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Akhlak</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tasawuf menjadi disiplin keilmuan yang menitikberatkan pada pengolahan jiwa dan rasa yang berorientasi pada hati. Hati menjadi aspek yang fundamental dalam diri manusia, karena ia pengontrol dan penentu baik tidaknya perilaku seseorang. Hati yang kotor dan gelap sebagai pemicu perilaku buruk seseorang, dekadensi moral akhir-akhir ini marak diakibatkan kondisi hati yang tidak sehat. Oleh sebab itu, artikel ini bertujuan menganalisa tentang maqamat sufiyah sebagai media pendidikan akhlak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan yang sumber primernya ialah buku, jurnal, dokumentasi elektronik, dan sumber literatur lainnya yang relevan dengan topik kajian. Teknik analisanya menggunakan interpretasi. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa maqamat sufiyah yang terdiri dari taubat, wara’, zuhud, fakir, sabar, tawakkal dan rida mampu menjadi media untuk mendidik akhlak, meguatkan karakter menuju insan mulia yang qalbun salim. Ketujuh maqamat sufi tersebut ternyata berhasil menundukkan hati pada ajaran Islam dan mampu mendekatkan diri kepada Allah. Dengan demikian, membuat hati menjadi tenang dan suci, ketenangan yang dilandasi kesucian inilah sebagai pengontrol prilaku ke arah kebaikan. Kemudian, hasil ini bisa dijadikan referensi di dunia pendidikan Islam untuk tidak hanya mengasah intelektual dan kreativitas peserta didik, tapi kekuatan karakter dan hati yang suci agar mereka mampu istikamah berbuat baik dan menebar kebaikan di tengah kehidupan sosial masyarakat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2022-01-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/29</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.7635367</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 1 No 2 (2022): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam ; 32-43</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v1i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/29/30</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/33</identifier>
				<datestamp>2023-02-24T00:08:41Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Kajian Hadis-Hadis Berpolemik Melalui Kashaf Ibn Arabi</dc:title>
	<dc:creator>Yaqin, Achmad Ainul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Hadis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kashaf</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Ibnu Arabi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Dalam tulisan ini, penulis mengambil dua sampel dari jenis hadis tersebut. Pertama, hadis yang mengulas tentang ilmu yang tersembunyi. Kedua, hadis yang mengungkap tentang penciptaan Adam AS. dari segi bentuknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan alat penelitian berupa dukumentasi dan observasi. Dengan menggunakan alat tersebut penulis berhasil dengan kesimpulan sebagai berikut 1) Hadis penciptaan Adam. As dan hadis tentang ilmu yang tersembunyi sahih secara kashaf menurut Ibn ‘Arabi 2) Dhamir ha’ dalam hadis penciptaan Adam as. Kembali ke Allah. SWT. Dengan kembalinya dlamir ha’ kepada Allah, maka manusia yang diciptakan dengan s}urahilahi. Dengan maksud bahwa sifat-sifat Tuhan juga berada pada diri manusia. Seperti kekuasaan, manusia juga mempunyai kekuasaan untuk mengatur dan memelihara apa-apa yang ada dalam alam semesta. 3) lafal s}urah dalam pandangan Ibn Arabi tidak bisa diartikan sebagai bentuk dzat. Perumpamaannya seperti orang yang sedang bercermin. Seperti itulah keterkaitan antara Adam (Al-Insan Al-Kamil) dengan Tuhannya. 4) Menurutnya memang benar bila terdapat sebagian ilmu yang bersifat tersembunyi. Namun, pada hakikatnya ilmu tersebut tidak tersembunyi secara mutlak. Karena apabila hal itu terjadi, maka tidak akan ada ulama satu pun yang mengetahui tentang eksistensi ilmu tersebut dan perkara tersebut hanya Allah lah yang tahu.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/33</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.7672698</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 1 No 2 (2022): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam ; 44-59</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v1i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/33/32</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/37</identifier>
				<datestamp>2023-04-08T00:56:01Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">The Development of the Islamic Sultanate in Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>April Hidayat, Fahri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Peradaban Islam Indonesia, Kesultanan, Kerajaan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">In Indonesia there are many theories about converting Islam to the archipelago. The phenomenon of complexity is an interesting phenomenon and causes a plurality of theories in which Islam does not originate from one region or country and is not only carried by one group and at the same time. Elements of interest, differences in evidence, ideology and religious subjectivity of historians also affect the plurality of theories of the entry of Islam into Indonesia.[1] The purpose of writing this journal is to find out the History of the Development of Islamic Sultanates in Indonesia. This article uses  a heuristic writing method in the form of collecting material / sources, source criticism in the form of internal-external criticism, interpretation, and writing in the form of historiography. The process of spreading Islam in  the countryuses a good way by adjusting the customs of the population without any coercion. According to Uka Tjandrasasmita, the process of Islamization in Indonesia is through trade, marriage, Sufism, education, art, and politics. After Islam entered Indonesia and the formation of Muslim villages in various regions or places. Then the establishment of regulations and organizations of power so that Islamic kingdoms were established in Indonesia.  With the process of Islamization of the kingdom, Islam emerged as a force in politics and culture so that its development was more effective and increasingly entered into the order of life in society.
 
 </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/37</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.7809948</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 1 No 2 (2022): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam ; 60-73</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v1i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/37/34</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs2.localhost:article/40</identifier>
				<datestamp>2023-08-04T22:55:55Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/41</identifier>
				<datestamp>2023-05-27T05:36:50Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Urgensi Syukur Bagi Pendidik Islam</dc:title>
	<dc:creator>Hadi, Yusron Nur </dc:creator>
	<dc:creator>Nafia, Zidni Elma </dc:creator>
	<dc:creator>Firda, Erlina Hikmatul </dc:creator>
	<dc:creator>Salma, Putri Aulia </dc:creator>
	<dc:creator>Dr. H. Nasirudin, M.Ag</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pendidik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Syukur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pendidikan Agama Islam</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Studi ini bertujuan untuk menganalisa seberapa penting &amp;amp; pengaruh Perilaku Syukur dalam diri Pendidik sendiri. Dengan menggunakan metode Penelitian Kualitatif dalam ruang lingkup studi kepustakaan (Library Search), penelitian ini telah memperlihatkan bahwa; 1) Hikmah Bersyukur bagi pendidik sangat penting dilakukan; 2) Kriteria Pendidik yang bersyukur sangat dibutuhkan untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan efisien; 3) Urgensi Syukur sendiri bagi Pendidik sangat berpengaruh bagi keberhasilan studi pembelajaran yang dilakukan, dengan memiliki Sifat Syukur maka tujuan pembelajaran akan semakin mudah tercapai, dikarenakan pendidik akan melihat ke dalam diri peserta didik sebagai mitra (teman), sehingga peserta didik akan merasa nyaman dengan kehadiran seorang pendidik tersebut. Studi ini penting untuk di kaji guna menambah sumber kajian sejarah Islam di Indonesia, khususnya kelangkaan tema tentang perkembangan kesultanan Islam di Indonesia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/41</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.7951975 </dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 2 No 1 (2023): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 1-17</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v2i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/41/36</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/42</identifier>
				<datestamp>2023-05-21T00:42:33Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Peningkatan Sistem Manajemen  dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Pendidikan Islam  di MTsN 11 Jombang</dc:title>
	<dc:creator>Khoiriyah, Umi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Sistem Manajemen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kualitas Pendidikan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Madrasah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pendidikan merupakan modal yang sangat penting bagi suatu bangsa untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi kebutuhan pembangunan di segala bidang. Tujuan dan arah pembangunan itu sendiri yaitu untuk mencapai tingkat kehidupan yang lebih baik dari yang sebelumnya dengan mengejar ketertinggalan di segala bidang. Dalam artikel ini akan dijelaskan tentang strategi peningkatan sistem manajemen dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan Islam di MTsN 11 Jombang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau hitungan lainnya. Berdasarkan kajian pada penelitian ini disimpulkan bahwa pengelolaan lembaga madrasah harus didorong upaya peningkatan kesadaran bagi yang terlibat dalam pengelolaan tersebut. Selain itu, kualifikasi tenaga guru dan kegiatan dengan fasilitas yang memadai juga wajib menjadi program prioritas. Agar secara perlahan namun pasti bakal mendorong peningkatan mutu pendidikan Islam di madrasah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/42</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.7950529</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 1 No 1 (2022): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 102-125</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/42/39</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/44</identifier>
				<datestamp>2023-08-05T05:36:47Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Progresivisme dalam Pendidikan di Indonesia Perspektif Indra Charismiadji</dc:title>
	<dc:creator>Habibah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Progressivism, education, curriculum</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">ABSTRAK
Studi ini bertujuan untuk menganalisa munculnya gagasan Islam Berkemajuan dan problematikanya. Dengan menggunakan metode studi pustaka. Penelitian ini didasarkan atas kajian kepustakaan. Penelitian ini memperlihatkan bahwa; 1) Sebab kemunculan gagasan Islam Berkemajuan dari organisasi Muhammadiyah yang pertama kali lahir dari gerakan literasi berupa buku Islam Berkemajuan: Kyai Ahmad Dahlan dalam Catatan Pribadi Kyai Syuja’. Muhammadiyah sendiri telah berdiri sejak 18 November 1918 dan telah berkontribusi pada perkembangan Islam Indonesia, 2) Penegasan Gagasan Islam Berkemajuan ialah gagasan Islam yang secara resmi dideklarasikan Muhammadiyah sejak Muktamar di Yogyakarta pada tahun 2010. 3) Pembaharuan gagasan Islam Berkemajuan, antara lain: pemahaman ajaran Islam, menerjemahkan Al-Qur’an ke bahasa Melayu, mendirikan sekolah modern, mengelola lembaga sosial, dan menolong fakir-miskin, 4) Tantangan gagasan Islam Berkemajuan, diantaranya; menguatnya arus sekularisme-materialisme, munculnya radikal-ekstrem, dan kapitalisme global, 5) Tokoh yang memprakarsai yaitu KH Ahmad Dahlan, 6) Strategi yang digunakan yaitu dakwah pencerahan dan dakwah perbuatan nyata. Studi ini penting untuk menambah sumber kajian sejarah Islam di Indonesia khususnya kelangkaan tema tentang Munculnya Gagasan Islam di Indonesia.
Kata Kunci: Islam Berkemajuan, Muhammadiyah
 
ABSTRACT
This study aims to analyze the emergence of the idea of Advanced Islam and its problems. By using the literature study method. This research is based on a literature review. This research shows that; 1) Because of the emergence of the idea of Advanced Islam, namely from the organization Muhammadiyah which was first born from the literacy movement in the form of the book Islam Berkemajuan: Kyai Ahmad Dahlan in the Personal Notes of Kyai Syuja&#039;. Muhammadiyah itself has been established since November 18, 1918 and has contributed to the development of Indonesian Islam 2) Affirmation of the Idea of Advanced Islam is an Islamic idea that has been officially declared Muhammadiyah since the Muktamar in Yogyakarta in 2010. 3) Renewal of the idea of Advanced Islam, including: understanding Islamic teachings, translating the Qur&#039;an into Malay, establishing modern schools, managing social institutions, and helping the poor, 4) Challenges of the idea of Advanced Islam, including; the strengthening of the currents of secularism-materialism, the emergence of radical-extremes, and global capitalism, 5) The figure who initiated is KH Ahmad Dahlan, 6) The strategy used is the proselytizing of enlightenment and the proselytizing of real deeds. This study is important to add to the source of the study of Islamic history in Indonesia, especially the scarcity of themes about the Emergence of Islamic Ideas in Indonesia.
Keywords: Advanced Islam, Muhammadiyah</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/44</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.7977263 </dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 2 No 1 (2023): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 31-38</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v2i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/44/41</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/52</identifier>
				<datestamp>2023-07-04T04:05:50Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Urgensi Kasih Sayang untuk Guru Kepada Murid dalam Konteks Pendidikan Agama Islam</dc:title>
	<dc:creator>Sabila, Arina</dc:creator>
	<dc:creator>Karim, Moh Iflahul </dc:creator>
	<dc:creator>Niken Nabila, Itsna hani </dc:creator>
	<dc:creator>Nasirudin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Guru, Urgensi, Kasih Sayang, Pendidikan Agama Islam</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kasih sayang merupakan nilai yang kuat dalam ajaran Islam dan memiliki kesan &amp;nbsp;yang bermakna &amp;nbsp;dalam hubungan guru dan murid. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari tahu dan menganalisis seberapa penting serta pengaruh sikap kasih sayang seorang guru dalam keberhasilan mengajar dan perkembangan belajar siswa. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu studi literatur, penelitian ini menunjukan bahwa; 1) Kasih sayang menimbulkan hubungan yang kuat antara guru dan murid berdasarkan rasa saling menghormati, kepercayaan, dan rasa aman. 2) Kasih sayang Islam dalam pendidikan agama juga berperan dalam memotivasi murid untuk belajar dan mengamalkan ajaran agama dengan sungguh-sungguh. 3) Kasih sayang antara guru dan murid juga dapat berdampak positif pada aspek sosial dan emosional murid. Pendidikan agama Islam memiliki peran dalam membentuk kepribadian dan spiritualitas individu Muslim. Dalam konteks ini, urgensi kasih sayang untuk guru menjadi sangat penting. Kasih sayang memberikan landasan yang kuat bagi pengembangan hubungan yang saling menguntungkan antara guru dan murid. Sehingga guru dapat dengan mudah memberikan penajaran dan murid merasa dihargai, kemudian termotivasi untuk belajar dengan sungguh-sungguh.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/52</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.8111962</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 2 No 1 (2023): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 69-77</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v2i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/52/44</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/54</identifier>
				<datestamp>2023-07-04T04:05:50Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Contemporary Indonesian Islamic Civilization in Supporting Peace in ASEAN</dc:title>
	<dc:creator>khakim, luthfi</dc:creator>
	<dc:creator>Umam, Moh Khoirul</dc:creator>
	<dc:creator>Nasikhin, Nasikhin</dc:creator>
	<dc:creator>Fihris, Fihris</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Islamic Civilization</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Peace</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">ASEAN</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Islam came to countries in Southeast Asia, almost all of which were preceded by interactions between people in the archipelago and Arab traders, India, Bengal, China, Gujarat, Iran, Yemen and South Arabia. This study aims to analyze contemporary Indonesian Islamic Civilization in supporting peace in ASEAN. This study using library research produces research data that; 1). The teachings that the Prophet Muhammad SAW brought to mankind that have also reached us are Islam, which means safe, prosperous, peaceful and peaceful. 2). Indonesia&#039;s role in helping peace in ASEAN includes initiating the birth of ASEAN, organizing the first ASEAN Summit, forming the initiator of the ASEAN security community, being a conflict mediator, representing ASEAN in world peace. 3). Challenges faced by Indonesia in realizing peace in ASEAN. Among them is the perception that Islam is a religious conflict and violence, related to Islamophobia. Which is where the fear of Islam is increasing, and also related to the social and economic conditions of Islamic society. 4). Indonesian Islamic figures who play a role in peace in ASEAN, including Minister of Foreign Affairs Ali Alatas, Vice President Yusuf Kalla, President KH. Abdurrahman Wahid, KH. Hasyim Muzadi, Prof. A. Syafi&#039;i Ma&#039;arif and Prof. Din Shamsuddin .5). Da&#039;wah strategies in ASEAN include holding the Jakarta Informal Meeting (JIM) and hosting the ASEAN Islamic Conference. This study has implications for increasing literature on the history of Indonesian Islamic civilization in the world so that it can add to the body of knowledge in Indonesian history. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/54</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.8111939</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 2 No 1 (2023): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 54-68</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v2i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/54/43</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/55</identifier>
				<datestamp>2023-07-04T04:05:50Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Teori Gerakan Ganda dalam Pendidikan Islam: Wawasan dan Aplikasinya dari Perspektif Progresif Fazlur Rahman </dc:title>
	<dc:creator>Musthofa, Mahmud Yunus</dc:creator>
	<dc:creator>Ainis Lisa, Aulia</dc:creator>
	<dc:creator>Ali Haidar, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Asmarani, Annisa Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Nur Hadi, Yusron</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Fazlur Rahman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Gerakan Ganda</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Reformasi Pendidikan Islam</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Fazlur Rahman adalah seorang cendekiawan dan filsuf Islam berpengaruh yang menekankan perlunya modernisasi pendidikan Islam. Inti dari idenya adalah konsep &quot;gerakan ganda&quot;, yang melibatkan rekonsiliasi ajaran Islam tradisional dengan realitas modern dunia. Artikel ini mengeksplorasi perspektif progresif Rahman tentang pendidikan Islam, dengan fokus khusus pada ide-idenya terkait dengan teori gerakan ganda. Berangkat dari karya Rahman, artikel ini menyoroti potensi penerapan teori gerakan ganda dalam konteks pendidikan Islam di Indonesia. Secara khusus, artikel ini membahas bagaimana teori tersebut dapat digunakan untuk merekonsiliasi ajaran Islam tradisional dengan realitas modern era digital, sekaligus mempromosikan pendekatan pendidikan Islam yang lebih progresif dan inklusif. Artikel ini juga mengkaji tantangan yang muncul dari penerapan teori gerakan ganda dalam konteks pendidikan Islam, termasuk kebutuhan untuk menyeimbangkan tradisi dan modernitas, dan kebutuhan untuk memastikan bahwa pendidikan Islam tetap relevan dan responsif terhadap kebutuhan siswa secara cepat mengubah dunia. Pada akhirnya, artikel tersebut berpendapat bahwa visi Fazlur Rahman untuk gerakan ganda dalam pendidikan Islam memberikan kerangka yang berharga untuk mengatasi tantangan dan peluang era digital, dan menggarisbawahi pentingnya inovasi dan modernisasi yang berkelanjutan di bidang pendidikan Islam.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/55</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.8111930</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 2 No 1 (2023): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 39-53</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v2i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/55/42</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/59</identifier>
				<datestamp>2023-07-09T01:21:33Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Teknologi dalam Islam: Studi Analisis Fenomena Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) Perspektif Islam</dc:title>
	<dc:creator>Muvid, Muhamad Basyrul </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Teknologi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kecerdasan Buatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Artificial Intelligence</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kehidupan senantiasa berubah, termasuk perkembangan teknologi yang kian maju, salah satunya hadirnya kecerdasan buatan (AI) yang banyak mendapat simpatik dari banyak kalangan khususnya di media sosial. Dalam merespons fenomena ini diperlukan studi khusus yang mengaitkan antara Islam dengan AI tersebut, hal ini perlu untuk memberikan edukasi dan wawasan kepada masyarakat agar tahu dan paham serta kepada pengembang teknologi AI untuk tidak sembarangan dalam membuat sebuah produk yang dapat merusak tatanan kehidupan manusia jika norma-norma agama dilalaikan. Studi ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, dibantu dengan teknik analisa data yakni induksi dan interpretasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecerdasan buatan menjadi solusi sekaligus masalah baru tergantung dari tujuan, nilai kegunaan dan prinsip yang digunakan. Kecerdasan buatan (AI) merupakan solusi bagi kehidupan dan kemajuan manusia jika berlandaskan pada maqashid syariah dan maslahah mursalah, bertujuan untuk memberikan kemaslahatan (maslahah) yang universal, serta bertujuan untuk memudahkan dan memaksimalkan seluruh aktivitas manusia; kemajuan yang ada. Jika demikian, maka Islam melegalkannya dan sesuai dengan visi dan misi Islam. Namun AI akan membawa dampak buruk (masalah baru) ketika norma dan etika agama diabaikan, tujuannya adalah kemajuan pribadi; perusahaan; individu dengan menzalimi orang lain (memutuskan pekerjaan) dengan alasan yang tidak logis, maka AI menjadi Tuhan manusia yang dianggap canggih, dapat membantu kebutuhannya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/59</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.8127202 </dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 2 No 1 (2023): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 78-89</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v2i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/59/48</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/62</identifier>
				<datestamp>2023-08-05T05:35:54Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Respons Peserta Didik Terhadap Penggunaan Eco-Canvas sebagai Alternatif Penggunaan Kanvas Kain  dalam Ekstrakurikuler Kaligrafi</dc:title>
	<dc:creator>Marsiluna, Ananda Laura Dwi </dc:creator>
	<dc:creator>Sarifa, Imel Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Hudayana, Nur Alawi</dc:creator>
	<dc:creator>Mahfudhillah, Hamim Thohari</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Eco-canvas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Ekstrakurikuler</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">kaligrafi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Seni</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kanvas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kaligrafi merupakan tulisan indah yang ditulis dengan kaidah-kaidah penulisan dalam hal ini tulisan arab dalam kalam Allah, al Quran, agar tidak mengubah makna dari kalam-Nya. Pada umumnya, dalam seni kaligrafi digunakan kanvas sebagai medianya utamanya. Kanvas yang beredar di masyarakat pada umumnya terbuat dari kain seperti linen dan katun. Kanvas linen memerlukan proses yang rumit dan panjang sehingga memiliki harga tinggi. Kanvas dari katun banyak digunakan untuk pemula, memiliki harga yang lebih terjangkau, dan bertekstur lembut sehingga membuat kaligrafi menjadi lebih mudah. Salah satu alternatif penggunaan kanvas kain sebagai media dalam kaligrafi yaitu dengan menggunakan eco-canvas. Eco-canvas merupakan media selayaknya kanvas kain pada umumnya namun terbuat dari ampas tebu, jerami, dan kulit jagung sehingga lebih ramah lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons peserta didik yang mengikuti ekstrakurikuler kaligrafi terdahap penggunaan eco-canvas sebagai media dalam kaligrafi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa eco-canvas merupakan media yang sangat baik untuk digunakan sebagai media alternatif dalam seni kaligrafi. Eco-canvas memiliki keunggulan bertekstur yang unik dan juga ramah lingkungan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/62</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.8216666</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 2 No 1 (2023): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 18-30</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v2i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/62/54</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/63</identifier>
				<datestamp>2023-08-05T11:53:26Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Menambah Keimanan dengan Cara Menumbuhkan Rasa Cinta kepada Rasulallah Saw di Mantiqoh Sayyidah Khodijatul Kubro</dc:title>
	<dc:creator>Arsyillah, Berlian Tahta</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">keimanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">rasa cinta</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Rasulullah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">KKN merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di daerah tertentu atau lembaga pendidikan dilaksanakan secara kelompok terintegrasi antar jurusan, terkoordinasi ditingkat fakultas diutamakan kegiatan nonfisik di bidang pendidikan.  KKN bertujuan untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya berbagai Program KKN telah dilaksanakan. Kegiatan KKN telah dilakukan dimulai dengan observasi sekolah, perencanaan program, konsultasi program kepada pihak sekolah dan DPL dan pelaksanaan program yang dilaksanakan, program KKN selain sebagai wahana untuk pelatihan dan pembelajaran untuk mahasiswa juga menjadi usaha IAI DALWA untuk turut berkontribusi dalam mentransformasikan nilai-nilai kependidikan kepada sekolah tersebut. Harapannya bukan hanya kepada mahasiswa tetapi juga keberadaan mahasiswa KKN 2021-2022 diharapkan dapat membuat perubahan-perubahan sebagai upaya memajukan Pendidikan Indonesia. Program kerja di PP. Dalwa merupakan program yang lebih menekankan kepada tema Recovery Jiwa Yang Rapuh Karena Pandemi dengan Iman dan Taqwa Diantara programnya adalah program umum yaitu “Estafet Mufrodat dan Tadarus Al-Qur’an, program unggulan yaitu “Menamabah Keimanan dengan Cara Menumbuhkan Rasa Cinta kepada Rasulullah’’ dan juga program khusus yaitu kedisiplinan dan juga kebersihan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/63</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.8217323</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 2 No 1 (2023): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 90-97</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v2i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/63/55</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/65</identifier>
				<datestamp>2024-02-05T03:03:56Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Peran Dialog Antar Agama dalam Mewujudkan Lingkungan yang Harmonis dan Keselarasan dalam Masyarakat</dc:title>
	<dc:creator>Fauziah, Ananda</dc:creator>
	<dc:creator>Adinda Nur Ashifa, Wahyu </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Toleransi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Agama</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Keharmonisan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Toleransi agama dan integrasi sosial menjadi isu krusial dalam masyarakat yang semakin beragam agama. Dalam rangka mengatasi potensi konflik dan memperkuat hubungan antar kelompok agama, dialog antar agama muncul sebagai instrumen penting. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki dampak dialog antar agama terhadap keharmonisan masyarakat dan integrasi sosial. Melalui pendekatan studi kasus, penelitian ini menganalisis perubahan pandangan dan hubungan antar kelompok agama sebelum dan setelah pelaksanaan dialog. Metode observasi literatur digunakan untuk mengumpulkan data dari komunitas-komunitas yang telah menerapkan program dialog antaragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialog antaragama dapat meningkatkan toleransi, pemahaman, dan kerjasama antar kelompok agama, yang pada gilirannya berkontribusi pada integrasi sosial yang lebih kuat. Temuan ini memberikan panduan bagi praktisi, akademisi, dan pembuat kebijakan dalam merancang upaya yang berfokus pada membangun kohesi lintas agama untuk mencapai keharmonisan masyarakat yang beragam.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2024-01-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/65</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.10614648</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 2 No 2 (2024): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 11-19</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/65/79</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/71</identifier>
				<datestamp>2024-02-09T22:41:38Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Implikasi Filsafat Pendidikan Islam Terhadap Pengembangan Kurikulum Perspektif Filosofis</dc:title>
	<dc:creator>Choirunnisa, Fitra Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Sutikno</dc:creator>
	<dc:creator>Alaika M. Bagus Kurnia PS</dc:creator>
	<dc:creator>Muhammad Dehya El-Dzaky</dc:creator>
	<dc:creator>Mirza Fauziyah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Filsafat Pendidikan,Kurikulum Pendidikan, Perspektif Filosofis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Filsafat Pendidikan ialah suatu wadah dapat berupa ide filsafat dalam kependidikan yang di dalamnya terkandung suatu nilai esensial yang mengarahkan ke tujuan serta pelaksanaan dalam pendidikan Islam. Fenomena pendidikan Islam di berbagai macam jenis serta bentuknya yang berkembang lama pada masyarakat, memiliki landasan filosofis yang kuat. Terdapat macam-macam aliran dalam filsafat pada umumnya memunculkan macam-macam tipologi filsafat pendidikan Islam. Aliran filsafat tersebut, memiliki implikasi pada pengembangan kurikulum pendidikan Islam. Oleh karena itu, kajian ini akan memaparkan beberapa aliran filsafat pendidikan perspektif filosofis, yang secara langsung memiliki implikasi terhadap perkembangan kurikulum pendidikan Islam.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2024-01-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/71</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.10614699</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 2 No 2 (2024): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 20-29</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/71/82</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/72</identifier>
				<datestamp>2024-02-10T22:53:16Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Urgensi Iffah Bagi Pendidik Islam</dc:title>
	<dc:creator>Khamid, Farchan</dc:creator>
	<dc:creator>Nasirudin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">pendidik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">iffah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">penddikan agama islam</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Studi ini bertujuan untuk menganalisa seberapa penting &amp;amp; pengaruh sifat ‘iffah dalam diri pendidik sendiri. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dalam ruang lingkup studi kepustakaan (library search), penelitian ini telah memperlihatkan bahwa; 1) Keutamaan bagi seorang pendidik; 2) Kriteria pendidik yang memiliki sifat ‘iffah sangat dibutuhkan untuk menciptakan pembelajaran yang religius dan penuh khidmat; 3) Urgensi ‘Iffah sendiri bagi pendidik sangat berpengaruh bagi keberhasilan studi pembelajaran yang dilakukan, dengan memiliki sifat ‘ maka tujuan pembelajaran akan semakin mudah tercapai, dikarenakan pendidik akan mempunyai kehormatan serta kewibawaan sehingga peserta didik menghormati serta menaati dengan kehadiran seorang pendidik tersebut. Studi ini penting untuk di kaji guna menambah sumber wawasan tentang akhlak seorang pendidik Islam, khususnya kelangkaan tema tentang urgensi ‘iffah bagi pendidik Islam di Indonesia</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/72</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.10614984</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 2 No 2 (2024): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 30-39</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/72/83</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/81</identifier>
				<datestamp>2024-02-09T22:19:44Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Analisis Pemikiran Charles Sanders Pierce dalam Pragmatisme dan Implementasi Pendidikan Islam</dc:title>
	<dc:creator>Munawwaroh, Shorichatul </dc:creator>
	<dc:creator>Rohmah, Rizqi Auliaur </dc:creator>
	<dc:creator>Cahyami, Nuri Dwi </dc:creator>
	<dc:creator>Ikhsan, M. Shahrur </dc:creator>
	<dc:creator>Nasikhin, Nasikhin</dc:creator>
	<dc:creator>Junaidi, Mahfud </dc:creator>
	<dc:creator>Lacona, Erika </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Charles Sanders Pierce</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pragmatisme</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Implementasi Pendidikan Islam</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Studi ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Charles Sanders Pierce dalam ranah kajian pemikiran pragmatisme. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan, studi ini menunjukkan bahwa, pemikiran pragmatisme merupakan salah satu aliran penting dari sekian banyak aliran filsafat lainnya. Aliran ini menjadi penengah antara aliran empirisme dan idealisme. Pemikiran pragmatisme Charles Sanders Pierce sangat berkontribusi dalam implementasi pendidikan Islam di mana ia menekankan pentingnya menghubungkan teori dengan praktik di kehidupan sehari-hari. Studi ini memberikan dampak positif terhadap pengembangan keilmuan filsafat, khususnya dalam kajian pemikiran Charles Sanders Piere. Analisa kami dapat digunakan untuk menguatkan argumen bahwa pemikiran filosof barat ternyata bisa berdampingan dengan filsafat Islam.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2024-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/81</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.10614607</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 2 No 2 (2024): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 1-10</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/81/78</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/87</identifier>
				<datestamp>2024-02-10T22:58:01Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Studi Pemikiran Muhammad Abduh dan Pengaruhnya di Indonesia </dc:title>
	<dc:creator>Vioday, Malvina</dc:creator>
	<dc:creator>Bahrul Alam</dc:creator>
	<dc:creator>Sutikno</dc:creator>
	<dc:creator>Alaika M. Bagus Kurnia PS</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Muhammad Abduh</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pendidikan di Indonesia</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Salah satu tokoh pembaharuan Islam yang memiliki kepedulian dan keprihatinan akan kemunduran umat Islam saat itu adalah Muhammad Abduh. Ia memiliki pengaruh yang besar di Timur maupun Barat. Ia adalah sosok yang patut untuk di teladani umat Islam karena mampu mengubah kebiasaan masyarakat yang sebelumnya bersikap statis menjadi dinamis. Pemikiran Muhammad Abduh tentang pendidikan dinilai sebagai awal kebangkitan umat Islam di awal abad ke 20. Pemikirannya disebarluaskan melalui tulisan-tulisannya di majalah al Manar dan al urwat al wusqa menjadi rujukan para tokoh pembaharu dalam dunia Islam, sehingga di berbagai negara Islam muncul gagasan mendirikan sekolah atau madrasah dengan menggunakan kurikulum seperti yang dirintis Muhammad Abduh. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana riwayat kehidupan dan pendidikan, konsep pembaharuan pendidikan, dan bagaimana pengaruh pembaharuan pendidikan Muhammad Abduh di Indonesia. Muhammad Abduh adalah sosok pembaharu pada abad 19 yang ide-idenya sangat cemerlang untuk pembaharuan Islam. Ia bias membangkitkan kembali semangat juang umat Islam untuk terus maju dalam bidang ilmu pengetahuan setelah mengalami fase kejumudan. Ide pembaruan Abduh merupakan hal yang sangat besar pengaruhnya terhadap pendidikan pada saat itu dan masih terasing hingga kini. Ia menggagas kurikulum pendidikan yang berbasis ilmu pengetahuan dan filsafat yang menggunakan akal dengan tidak meninggalkan pelajaran agama. Pengaruhnya sampai ke Indonesia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2024-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/87</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.10615083</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 2 No 2 (2024): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 40-52</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/87/84</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/92</identifier>
				<datestamp>2024-02-06T07:33:37Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Ibadah Puasa Ramadhan Dalam Perspektif Islam dan Kesehatan</dc:title>
	<dc:creator>Rachmanto, Erika</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Puasa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kesehatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Tubuh</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Islam menganggap bahwa kesehatan adalah bagian dari nikmat Allah yang paling besar. Secara medis, puasa dapat membersihkan racun dan zat-zat yang menumpuk di saluran pencernaan, ginjal, dan organ tubuh lainnya akibat bahan pengawet, pewarna, pemanis buatan, zat karsinogenik penyebab kanker, asap rokok dan lain-lain yang menumpuk bertahun-tahun. Meskipun mekanisme tubuh kita mempunyai kemampuan untuk mengobati dirinya sendiri, namun kapasitas tubuh juga mempunyai batas. Dengan berpuasa perlindungan organ tubuh bisa menjadi sempurna. Puasa itu wajib bagi kita untuk bertakwa. Dalam Al-Qur&#039;an surat al-Baqarah 2:183. Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, wajib berpuasa atas kamu, diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa kepada Allah”. Puasa menjadi salah satu rukun Islam yang harus dikerjakan oleh setiap orang Islam yang mukalaf (yang telah balig dan berakal) dan yang tidak sedang berhalangan (uzur). Setiap kewajiban yang telah dibebankan Islam kepada umatnya senantiasa memuat hikmah dan maslahat bagi mereka. Begitu pula dalam perintah puasa. Hanya saja sebagian mukalaf yang berkewajiban melaksanakannya kurang memahami makna dalam pelaksanaan ibadah puasa, sehingga kerap kali terabaikan atau bahkan ditinggalkan sama sekali.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2024-01-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/92</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.10622888</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 2 No 2 (2024): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 53-74</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/92/85</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/99</identifier>
				<datestamp>2024-04-07T02:50:57Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Membangun Sikap Spiritual Peserta Didik melalui Pembelajaran Sains dalam Al Quran Surat Yasin</dc:title>
	<dc:creator>Mahfudhillah, Hamim Thohari</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">sikap spiritual</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">pembelajaran sains</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Al Quran Surat Yasin</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Integrasi antara sains dan agama memiliki potensi besar untuk memperkaya sikap spiritual peserta didik. Sikap spiritual merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Sikap ini mencakup kepatuhan pada ajaran agama, keteguhan iman, kepedulian terhadap sesama, dan ketaatan kepada nilai-nilai moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sikap Spiritual peserta didik melalui pembelajaran sains dalam Al Quran Surat Yasin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa persentase sikap spiritual peserta didik yaitu 94,6% atau dalam kategori sangat baik dan disimpulkan bahwa pembelajaran sains yang dilakukan melalui pendekatan Al Quran Surat Yasin memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sikap spiritual peserta didik. Peserta didik yang mengikuti pembelajaran ini cenderung menunjukkan Sikap Spiritual yang baik. Mereka menjadi lebih terhubung secara spiritual dan lebih mendalam dalam penghayatan ajaran agama Islam.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2024-01-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/99</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.10937533</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 2 No 2 (2024): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 75-85</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/99/93</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/106</identifier>
				<datestamp>2024-09-07T00:38:20Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Latar Belakang Terjadinya Perang Jamal dan Perang Shiffin pada Masa Ali Bin Abi Thalib</dc:title>
	<dc:creator>Selviana</dc:creator>
	<dc:creator>Syukur, Syamzan </dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">perang jamal, perang shiffin, perpecahan, perang saudara</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Perang Jamal dan Perang Shiffin merupakan perang saudara yang terjadi pada masa Ali bin Abi Thalib. Ali bin Abi Thalib merupakan khalifah yang menggantikan Khalifah Usman bin Affan. Saat ditunjuk menjadi khalifah Ali bin Abi Thalib sempat menolak, namun karena desakan dari orang-orang disekitarnya maka beliau memutuskan untuk menerima jabatan Khalifah tersebut. Setelah menjadi khalifah terdapat beberapa kebijakan yang diterapkan untuk merapikan hal-hal dipemerintahan yang menurutnya perlu diperhatikan lagi. Beberpa kebijakan itu adalah Memecat para pejabat  yang diangkat oleh Utsman lalu menunjuk penggantinya, Mengambil   tanah   yang   telah   dibagikan   Utsman   kepada   keluarga   dan   kaum kerabatnya, Memberikan kepada kaum muslimin tunjangan yang diambil dari bait al-mal secara  merata, dan Meninggalkan    kota    Madinah    dan    menjadikan    kota    Kufah    sebagai    pusat pemerintahan.Ada banyak orang yang terlibat dalam perang jamal dan perang Shiffin, adapun beberapa orang yang paling berpengaruh Dallam perang tersebut adalah Aisyah pada Perang Jamal dan Muawiyah pada Perang Shiffin. Kedua orang ini memiliki peran penting dalam kedua perang yang terjadi. Metode yang digunakan dalam Jurnal ini adalah Metode Penelitian Literatur membahas terkait empat pokok permasalahan yaitu Bagaimana Sistem Pemerintahan Ali bin Abi Thalib, Apa Latar Belakang terjadinya Perang Jamal, Apa Latar Belakang Terjadinya Perang Shiffin dan bagaimana peran kepentingan politik dari setiap pemimpin dalam memicu timbulnya perang shiffin dan perang jamal. Sehingga secara singkat dapat dikatakan bahwa tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Sistem pemerintahan yang dijalankan oleh Ali bin Abi Thalib. latar belakang terjadinya perang jamal dan perang shiffin serta menganalisis peran kepentingan politik dalam terjadinya perang saudara(perang jamal dan perang shiffin).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2024-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/106</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.12597874</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 3 No 1 (2024): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 1-11</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v3i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/106/96</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/107</identifier>
				<datestamp>2024-12-12T04:26:37Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pendidikan Keterampilan (Vokasi) di Taman Pendidikan Al-Qur’an</dc:title>
	<dc:creator>Basri, Basri</dc:creator>
	<dc:creator>Firman, Firman</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Keterampilan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pendidikan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">TPQ</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">AL Quran</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan meneliti pendidikan vokasi di lembaga pendidikan al-Qur’an dengan pendekatan kualitatif deskriptif metode pengumpulan data dengan melakukan observasi lapangan tentang keadaan guru, santri, kegiatan proses belajar mengajar, kebijakan kepala sekolah dalam mengelola sekolah. wawancara dengan guru pendamping lomba, memeriksa dokumentasi sekolah. Melakukan pengolahan secara triangulasi menganalisis data-data mencocokkan data dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian di lembaga pendidikan al-Qur’an al-Akbar membekali santri dengan pendidikan vokasi. Keterampilan keagamaan seperti membaca al-Qur’an, adzan menghafal beberapa ayat tertentu. Hal ini terlihat dengan kemampuan santri setiap pelaksanaan munaqosyah (ujian) santri. peserta munaqosyah yang berasal dari al-Akbar selalu memperoleh peringkat 10 besar terbaik dengan urutan peringkat satu sampai lima selama tiga tahun terakhir (2022-2024) untuk ujian membaca al-Qur’an, menghafal ayat-ayat pilihan beberapa kali meraih juara dalam berbagai lomba MTQ Tingkat kota Balikpapan dan tingkat sekolah menengah. Pendidikan keterampilan yang pertama di TPQ al-Qur’an menjadi modal dasar untuk terus dikembangkan di sekolah lanjutan maupun dilembaga pendidikan non formal agar anak terampil dalam menerapkan ilmu-ilmu agama (membaca, menulis, Qur’an) menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari dan bekal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sebagai guru Qur’an, imam, muadzin. Pendidikan keterampilan dibidang agama terutama di lembaga pendidikan al-Qur’an untuk terus dikembangkan mengingat lembaga pendidikan non formal ini memiliki peran strategis karena anak di usia 5 tahun sampai 10 tahun masih labil kekuatan menyerap pengalaman belajar dari luar dirinya dengan melihat, mendengar masih sangat kuat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2024-12-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/107</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.14404946</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 3 No 1 (2024): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 52-62</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v3i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/107/134</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/116</identifier>
				<datestamp>2024-09-07T00:40:41Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pemikiran Filosofis Tokoh Dakwah Nyai Hj. Ainur Rohmah</dc:title>
	<dc:creator>Zuhriyah, Latifatu</dc:creator>
	<dc:creator>Mutmainah, Siti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Dakwah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kepemimpinan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Ulama</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Wanita </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Artikel ini membahas pemikiran filosofis dan strategi dakwah dari seorang tokoh ulama wanita, Nyai Hj. Ainur Rohmah, yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam dakwah di kalangan wanita, khususnya di Surabaya dan sekitarnya. Meskipun mengusung gaya klasik tradisional, Nyai Hj. Ainur Rohmah mampu menjembatani generasi berbeda, dari ibu-ibu majelis taklim hingga mahasiswi generasi milenial. Melalui pendekatan dakwah bil hikmah, mauizhah hasanah, dan bil hal, ia berhasil membentuk strategi dakwah yang tidak hanya mengedepankan ceramah lisan, tetapi juga keteladanan dalam perbuatan nyata. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pendekatan filosofis yang diterapkan dalam dakwah Nyai Hj. Ainur Rohmah mengandalkan prinsip-prinsip kasih sayang, kebarokahan, serta kepemimpinan yang kuat dan pengaruh karismatik dalam membimbing komunitasnya menuju nilai-nilai keagamaan yang lebih baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2024-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/116</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.13716493</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 3 No 1 (2024): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 12-30</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v3i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/116/116</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/118</identifier>
				<datestamp>2024-09-13T23:06:09Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Masuknya dan Peradaban Yang Ditinggalkan: Islam Lokal dan Barat</dc:title>
	<dc:creator>Aha Putra, J. Nabiel</dc:creator>
	<dc:creator>Sadra AhaPutra, MA. </dc:creator>
	<dc:creator>Fakk Dominika Taqi Aha Putra, Ahmad </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Lokal dan Barat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Peradaban </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1)proses masuknya Islam ke Indonesia 2) peradaban apa saja yang ditinggalkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi pustaka dan analisis data dengan menggunakan teknik analisis isi atau content analysis. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini 1) Islam masuk ke Indonesia dengan berbagai cara dan menurut pendapat yang paling kuat , Islam masuk ke  Indonesia dengan tiga jalur. Jalur yang pertama adalah melalui Arab, dan yang kedua melalui Persia dan India. Sedangkan motif dari masuknya ke Indonesia adalah dengan perdagangan, perkawinan baik perkawinan dengan putri raja atau dengan putri seorang tokoh yang berpengaruh di wilayah yang di singgahi. 2) Peradaban yang ditinggalkan di Indonesia berupa fisik, metafisik. Salah satu yang sangat dan masih ada dan berlaku adalah corak bangunan masjid yang masih berdiri sampai sekarang. Sebagai contoh, masjid pertama Demak. Dimana arsitektur bangunan masjid tersebut menggunakan perpaduan antara Arab dan Indonesia yang notabenenya beragama Hindu Budha sebelumnya. Masuknya Islam ke Eropa melalui futuhat atau pembebasan yang dimulai dari Spanyol atau Bizantium. adapun peradaban Islam yang masih tetap di pertahankan meskipun Islam sudah tidak lagi berkuasa di Andalusia yaitu salah satunya orang Kristen suka mengenakan jubah dan para wanita menutupi auratnya seperti wanita muslim pada umumnya, dan tidak memakan makanan yang di haramkan oleh ajaran Islam.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2024-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/118</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.13761236</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 2 No 2 (2024): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 86-96</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/118/117</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/122</identifier>
				<datestamp>2024-09-29T15:55:24Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Monotheism in Indonesian Religion : Between Pancasila and Governmental Rules</dc:title>
	<dc:creator>Alhafidz, Mohammad Ridhan</dc:creator>
	<dc:creator>Kurnia PS’, Alaika M. Bagus </dc:creator>
	<dc:creator>Khoirunisa, Amelia </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Concept of God</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Governmental Rules</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Monotheism</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pancasila</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Religion</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Religious life</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">This research will explain the relationship between Pancasila and religion in Indonesia. The first precept in Pancasila regarding the divinity of the Almighty is often interpreted as saying that the state has the authority to regulate religious concepts in Indonesia. This study will explain about Pancasila as the basis of the state and interfaith life in Indonesia, as well as the relationship between Pancasila and religion in Indonesia. This study will also explain the concept of divinity among religions in Indonesia. The following problems will add insight and understanding of the monotheism contained in the first principle of Pancasila and the implications of Pancasila in religious life in Indonesia. This research applies descriptive and analytical methods. The concept of god in each religion described in this research is the concept of god in each religion that applies in Indonesia. This brief research will provide some analyses that can be developed in religious life in Indonesia in order to maintain inter-religious stability.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2024-09-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/122</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.13857396</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 3 No 1 (2024): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 31-51</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v3i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/122/120</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/128</identifier>
				<datestamp>2025-01-19T11:03:55Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Eksistensi Ilmu Kalam dan Kontribusinya terhadap Perkembangan Pemikiran Islam di Era Digital</dc:title>
	<dc:creator>Basyrul Muvid, Muhamad </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Eksistensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Ilmu-Kalam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Peran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pemikiran-Islam</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Ilmu kalam merupakan disiplin ilmu yang membahas seputar masalah ketuhanan, keimanan dan keyakinan (akidah) yang bersifat transendental. Namun, perkembangan zaman menjadikan eksistensi dan kontribusi ilmu kalam perlu ditingkatkan atau dikembangkan ke arah bagaimana membentuk kehidupan manusia yang utuh sesuai perintah Allah swt. Metode yang digunakan ialah studi kepustakaan dengan teknik analisa interpretasi. Hasil yang didapat ialah bahwa eksistensi ilmu kalam akan terus berkembang dengan catatan akal terus digunakan untuk berijtihad untuk mengkontekstualisasikan aspek ketuhanan ke dalam kehidupan sosial masyarakat, bagaimana membentuk masyarakat yang bernafaskan keilahian, yang berkepribadian welas asih, maju, cinta ilmu dan lainnya, sebagai upaya untuk membangun peradaban. Ilmu kalam tetap berkontribusi terhadap perkembangan pemikiran Islam di era digital, namun corak pemikiran yang konstruktif tidak stagnan, pemikiran yang integratif serta interkonektif, sehingga teosentris tidak terlalu dominan. Teosentris harus dikembangkan dan menjadi dasar ke antroposentris, bahwa aspek kemanusiaan, alam serta lingkungan menjadi pusat perhatian yang harus dikembangkan untuk kemajuan kehidupan manusia, dengan dasar ketuhanan yang kuat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2024-12-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/128</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.13997995</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 3 No 2 (2025): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 1-16</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v3i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/128/132</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/146</identifier>
				<datestamp>2025-01-19T11:03:55Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Syiar Budaya Islam Kemenag: Perpaduan Antara Tradisi, Seni dan Kearifan Warisan Budaya</dc:title>
	<dc:creator>Prawito, Edi</dc:creator>
	<dc:creator>Fauzi, Ahmad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Indonesia merupakan negara yang kaya akan seni, tradisi dan budaya. Tidak heran apabila masuknya agama di Indonesia melibatkan proses akulturasi dengan praktik budaya lokal. Era modern dan global telah banyak mengubah perilaku masyarakat serta generasi penerus bangsa dan dalam hal ini Penais Kemenag merefleksikan kembali tentang pribumisasi Islam pada zaman dahulu yang tidak lepas dengan kebudayaan lokal di Nusantara agar kesadaran masyarakat serta generasi penerus akan kecintaan terhadap kebudayaan yang kaya ini dan tetap lestari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis kajian media dan pustaka dengan pengambilan data dari media sosial Instagram yang disitu terdapat akun Syiar Budaya Islam dari Kemenag (kementerian agama) serta kajian pustaka yang diambil dari sumber buku, jurnal dan web. Jenis sumber data primer dan sekunder. Data primer diambil dari mengkaji, menganalisis konten-konten yang terdapat pada akun Instagram Kemenag (Syiar Budaya Islam) dan data sekunder diambil dari sumber pendukung yang relevan dengan topik penelitian.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2024-12-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/146</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.14567769</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 3 No 2 (2025): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 17-23</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v3i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/146/141</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/151</identifier>
				<datestamp>2025-01-19T11:04:54Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Urgensi Menuntut Ilmu (Persfektif Hadis)</dc:title>
	<dc:creator>Nur, Irayanti</dc:creator>
	<dc:creator>Hafid, Erwin</dc:creator>
	<dc:creator>Rahman Sakka, Abdul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Etika</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Hadis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Menuntut Ilmu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tujuan penulisan ini adalah membahas hadis tentang kewajiban menuntut ilmu. Metode penelitian ini menggunakan jenis kualitatif melalui studi pustaka dan analisis isi. Hasil dan pembahasan penelitian ini meliputi pandangan umum tentang kewajiban menuntut ilmu, hadis tentang kewajiban menuntut ilmu, dan bagaimana etika menuntut ilmu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hadis tentang kewajiban menuntut ilmu menjelaskan bahwa menuntut ilmu adalah salah satu bagian terpenting bagi kehidupan manusia, tanpa adanya ilmumanusia tidak akan bisa berkembang. Menuntut ilmu jugadianggap sebagai titik tolak dalam menumbuhkan kesadarandalam bersikap. Menuntut ilmu itu wajib hukumnya bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan. KetikaAllah telah menurunkan perintah yang mewajibkan atas suatu hal, maka kita harus menaatinya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/151</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.14689595</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 3 No 2 (2025): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 24-31</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v3i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/151/143</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/155</identifier>
				<datestamp>2025-11-01T17:41:06Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Ahmad Dahlan dan Pergerakan Muhammadiyah: Idea-idea Pembaharuan dalam Konteks Kebudayaan dan Sejarah</dc:title>
	<dc:creator>Nabil Amir, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator>Abdul Rahman, Tasnim</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Ahmad Dahlan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Islam Reformis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Muhammadiyah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Puritan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Progresif </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kertas ini mengkaji pengaruh Kiyai Haji Ahmad Dahlan (1868-1923) dalam gerakan pembaharuan Islam di Indonesia dan pengaruh yang dicetuskannya dalam pergerakan dan pemikiran moden. Ini digerakkan dalam konteks pembaharuan dan pemurnian agama yang dibawa oleh persyarikatan Islam Muhammadiyah, yang dibentuknya pada 18 November 1912. Objektif kajian ialah menyingkap falsafah dan khittah perjuangan yang dilakarkan dalam harakat pembaharuan yang dirintisnya sebagai pelopor kesedaran dan kebangkitan moden. Metode kajian bersifat deskriptif-historis berasaskan tinjauan kualitatif dengan pendekatan saintifik dan empirik. Temuan kajian mendapati pengaruh dan dampak dari pemikiran Ahmad Dahlan terhadap aspirasi Islam moden yang digerakkan oleh Muhammadiyah dalam jaringan aktivis dan mubalighnya yang meluas. Ia memberi kesan terhadap pengembangan aliran dan kesedaran rasional yang timbul dari tradisi mazhab dan perspektifnya yang puritan. Nilai ijtihad dan pemikiran ini dikembangkan dalam harakat pemurniannya dalam rangka mengembangkan visi kosmopolitan Muhammadiyah bagi meningkatkan jaringan dakwah salaf dan kekuatan organisasinya yang merupakan antara gerakan Islam terbesar dan paling tersusun di dunia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/155</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.15699421</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 4 No 1 (2025): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 1-17</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v4i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/155/156</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/162</identifier>
				<datestamp>2025-06-19T14:26:21Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/164</identifier>
				<datestamp>2025-11-01T17:41:06Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Nasib Kurikulum Pendidikan Agama Islam dalam Usulan Undang-Undang Kebebasan Beragama</dc:title>
	<dc:creator>Pratami, Ika Wulan</dc:creator>
	<dc:creator>Anadi Putra, Revo</dc:creator>
	<dc:creator>Nur Asaroh, Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Khomah, Isti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kebebasan Beragama</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kurikulum Pendidikan Agama Islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Undang-undang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tujuan penulisan ini adalah untuk membahas tentang nasib kurikulum Pendidikan Agama Islam dalam Undang-Undang kebebasan beragama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui penelusuran kritis terhadap berbagai sumber literatur yang relevan seperti jurnal ilmiah, buku akademik, laporan penelitian, serta dokumen-dokumen pendukung lainnya. Hasil dan pembahasan meliputi kurikulum pendidikan di Indonesia, kurikulum Pendidikan Agama Islam, serta usulan Undang-Undang kebebasan beragama. Peneliti menarik kesimpulan bahwa jika Undang-Undang kebebasan beragama ini disahkan maka akan sangat berdampak bagi kurikulum pendidikan di Indonesia khususnya kurikulum Pendidikan Agama Islam.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/164</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.15699342</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 4 No 1 (2025): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 18-32</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v4i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/164/155</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/167</identifier>
				<datestamp>2025-06-04T02:39:19Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Peran Orang Tua Dalam Penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Pada Siswa Madrasah Tsanawiyah di Karanganyar</dc:title>
	<dc:creator>Jannah, Aisyah Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Muslimah, Anisa</dc:creator>
	<dc:creator>Adi, Fatah Permana</dc:creator>
	<dc:creator>Romadhoni , Habibah Zuhro</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pendidikan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Karakter</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kebiasaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Siswa Madrasah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">The Ministry of Basic and Secondary Education introduced the Seven Habits of Outstanding Indonesian Children as a strategic effort to shape a generation that is not only academically intelligent but also of strong character. These habits include waking up early, performing religious duties, exercising, eating healthy, being enthusiastic about learning, engaging in community activities, and resting on time. This study aims to analyze the role of parents in supporting the implementation of these habits, particularly among students at MTs Miftahul Ulum Karanganyar, as well as their impact on learning quality and children&#039;s character development.&amp;nbsp; This research employs a qualitative method with a descriptive approach through observation, interviews, and case studies. The results indicate that collaboration between schools and parents is crucial in instilling these positive habits. Parents act as role models by providing concrete examples, such as waking up early, preparing nutritious meals, and encouraging time discipline. Additionally, effective communication between parents and children helps address challenges in adopting these habits. The study concludes that cultivating the seven positive habits not only enhances discipline and time management but also fosters resilient and high-achieving character in children. Active parental involvement and a flexible approach are key to the program&#039;s success. These findings are expected to serve as a reference for educators and parents in efforts to build an outstanding future generation of Indonesia.&amp;nbsp; Keywords: Education, Character, Habits, Children.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/167</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.15588768</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 3 No 2 (2025): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 32-41</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v3i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/167/150</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/169</identifier>
				<datestamp>2025-11-01T17:41:05Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Revitalisasi Epistemologi Ilmu Kalam sebagai Landasan Membangun Kerukunan Intern Umat Islam Melalui Pendekatan Teofilosofis</dc:title>
	<dc:creator>Fauziah, Eva</dc:creator>
	<dc:creator>Muniron, Muniron</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kerukunan Umat Islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pendekatan Teofilosofi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Revitalisme Ilmu Kalam</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Ilmu Kalam, disiplin teologi Islam yang berfokus pada pemahaman doktrin-doktrin keagamaan melalui rasionalisasi, menghadapi tantangan dalam merespons dinamika sosial, politik, dan budaya kontemporer. Di tengah polarisasi mazhab teologi, konflik sektarian, dan ekstremisme, revitalisasi epistemologi Ilmu Kalam menjadi penting untuk membangun kerukunan internal umat Islam. Artikel ini menawarkan pendekatan teofilosofis—kombinasi antara teologi (iman dan wahyu) dengan filsafat (akal dan logika)—sebagai kerangka epistemologis baru. Ilmu Kalam dapat menjadi alat rekonsiliasi antar kelompok Muslim, baik secara teologis maupun sosial. Maka pokok masalah dalam artikel ini adalah menggiatkan dan mengembangkan ilmu kalam menggunakan pendekatan teofilosofis untuk kerukunan umat intern Islam, yang menekankan integrasi dimensi teologis dan filosofis dalam upaya membangun dialog konstruktif antarmazhab sehingga perbedaan pemahaman keagamaan dapat dikelola secara harmonis demi terciptanya persatuan dan solidaritas di kalangan umat Muslim. Studi ini menggunakan pendekatan literatur kritis. Hasilnya menunjukkan bahwa revitalisasi epistemologi Kalam berpotensi menciptakan narasi teologis inklusif yang mendorong toleransi dan harmoni.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/169</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.15699948</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 4 No 1 (2025): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 33-42</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v4i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/169/157</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/170</identifier>
				<datestamp>2025-11-01T17:41:05Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Syiar Pencak Silat Tapak Suci Muhammadiyah: Perpaduan Antara Tradisi, Seni, dan Warisan Budaya </dc:title>
	<dc:creator> Ghipari, Haikal</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Muhammadiyah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Nilai-nilai Islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pencak Silat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Syiar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Tapak Suci</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Perkembangan dan Nilai-nilai dakwah dalam Tapak Suci Muhammadiyah sebagai sarana beladiri yang juga berfungsi sebagai media dakwah yang efektif. Dengan identitasnya sebagai ortom Muhammadiyah, Tapak Suci telah mengalami pertumbuhan pesat, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, dengan kehadiran di 22 negara dan sekitar 3 juta anggota. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara pelatih Universitas Ahmad Dahlan untuk menggali Nilai-nilai Islam yang terkandung dalam beladiri Tapak Suci. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Tapak Suci tidak hanya melatih fisik anggotanya, tetapi juga mengintegrasikan Nilai-nilai spiritual dan moral dalam setiap aktivitasnya. Melalui komunikasi verbal dan Non-verbal, anggota diajak untuk mengamalkan ajaran Islam dalam konteks budaya nusantara. Artikel ini menekankan pentingya inovasi dalam dakwah melalui akulturasi budaya antara Nilai-nilai agama dengan pencak silat untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/170</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.15699971</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 4 No 1 (2025): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 43-54</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v4i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/170/158</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/172</identifier>
				<datestamp>2025-11-01T17:41:05Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Peran Syaikh Khotib Al-Minangkabawi dalam Menyebarkan Islam di Tanah Padang</dc:title>
	<dc:creator>Fahreza, Farhan</dc:creator>
	<dc:creator>Yunus, Fikron</dc:creator>
	<dc:creator>Putri, Syifa</dc:creator>
	<dc:creator>A&#039;yun, Qurrota</dc:creator>
	<dc:creator>Fadhil, Abdul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Dakwah Islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Ijtihad</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Minangkabau</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pembaruan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pendidikan Islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Syekh Ahmad Khatib</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Tarekat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID"> 
Penelitian ini membahas peran strategis Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi dalam penyebaran dan pembaruan Islam di Minangkabau pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Di tengah kompleksitas struktur sosial Minangkabau yang berbasis matrilineal dan kental dengan adat istiadat, dakwah Islam mengalami tantangan yang tidak ringan. Melalui kajian historis dan kualitatif, artikel ini mengurai kontribusi Syekh Ahmad Khatib sebagai ulama transnasional yang tidak hanya mengajar di Masjidil Haram, tetapi juga menjadi penggerak transformasi pemikiran Islam di Nusantara, khususnya di tanah kelahirannya, Padang. Biografi dan kiprah intelektual beliau menunjukkan komitmen terhadap pemurnian ajaran Islam, penolakan terhadap praktik tarekat yang tidak berbasis syariat, serta pentingnya rasionalitas dan ijtihad dalam beragama.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/172</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.15776439</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 4 No 1 (2025): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 55-68</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v4i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/172/161</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/175</identifier>
				<datestamp>2025-11-01T17:40:27Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Nasionalisme dan Agama: Merajut Bingkai Kebangsaan berbasis Spiritual</dc:title>
	<dc:creator>Muvid, Muhamad Basyrul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Agama</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kebangsaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kemanusiaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">nasionalisme</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">spiritualitas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Masalah kebangsaan dan agama menjadi tema yang terus menerus layak untuk dikaji. Nasionalisme dan agama tidak bisa dipertentangan atau dipermasalahkan antar keduanya, karena keduanya saling bersinergi. Tujuan penelitian ini ialah mencari model rasa cinta pada tanah air dengan berlandaskan pada agama sehingga memunculkan semangat yang integratif yakni fisik dan ruhani. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, teknik pengumpulan data dari studi dokumentasi tiga data base (Google Scholar, ERIC dan DOAJ), teknik analisa data menggunakan induksi dan interpretasi. Hasil menunjukkan bahwa model berbangsa berbasis spiritual digunakan untuk memberikan rasa semangat cinta tanah air dengan landasan spiritual yang kuat. Sikap berbangsa berbasis spiritual memiliki lima indikator yaitu moderat, persatuan, bijak, iklusif-humanis dan plural-toleran. Kelima indikator tersebut sebagai dasar untuk mengimplementasikan berbangsa berbasis spiritual. Mencintai bangsa, menjaga dan memajukannya tidak bisa dilepaskan dari unsur-unsur spiritual agama. Spiritual agama sebagai benteng untuk membina perilaku dan pribadi yang berkarakter. Mencintai negara dengan kemuliaan karakter dapat menjadi semangat dalam memberikan kontribusi yang nyata bagi kemajuan bangsa. Kemaslahatan manusia secara universal juga menjadi tujuan utama dari model berbangsa berbasis spiritual ini. Sikap keagamaan yang kuat melahirkan kepekaan sosial yang tinggi untuk mendukung solidaritas, empati dan saling mengasihi antar sesama. Artinya, kebangsaan berbasis spiritual bukan semata-mata hanya mencintai negara saja tetapi seluruh yang ada di negara itu termasuk penduduk (masyarakat) dan kemajemukan yang ada.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/175</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.5281/zenodo.16478651</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 4 No 1 (2025): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 69-80</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v4i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/175/163</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/186</identifier>
				<datestamp>2025-11-01T17:41:06Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pluralisme dalam Pendidikan Agama Islam: Mewajut Persaudaraan dalam Keberagaman</dc:title>
	<dc:creator>Tahta Arsyillah, Berlian </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Keberagaman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">PAI</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Persaudaraan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pluralisme</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Masalah perbedaan seringkali dijadikan sebagai “jalan” untuk konflik dan memecah belah umat. Islam hadir sebenarnya bukan untuk mempermasalahkan perbedaan, justru menegaskan bahwa perbedaan yang ada ialah sebuah keniscayaan sehingga harus diterima. Tujuan artikel ini ialah menganalisa bagaimana pluralisme dalam pandangan pendidikan agama Islam (PAI) sebagai upaya merawat kebersamaan di tengah perbedaan yang ada. Metode penelitian yang digunakan ialah studi kepustakaan dengan menelaah sumber baik buku, artikel, internet, kitab dan dokumen lainnya tentang tema tersebut. Kemudian dianalisa menggunakan teknik induksi dan interpretasi. Hasil menunjukkan bahwa pluralisme sebagai keniscayaan yang berasal dari Allah, tidak bisa ditolak. Menolak sama dengan menentang takdir; keputusannya. Islam memberikan pandangannya secara detail terkait pluralisme itu sendiri, bagaimana menyikapi dan larangan Islam dalam melakukan deskriminasi, intoleran, dan tindakan kekerasan atas nama apapun. Pendidikan Agama Islam (PAI) memberikan peranan nyata-nya dalam menyebarluaskan konsep beragama yang moderat, mensosialisasikan kepada peserta didik dan juga masyarakat bahwa Islam sebagai ajaran yang memperjuangkan aspek kemanusiaan dan sikap kasih sayang sehingga wajib hukumnya menebar keharmonisan dan cinta kasih. Berpadigma tasamuh, i’tidal, dan tawassuth. Konstribusi PAI ialah bagaiman mendorong terjadinya dialog, kebersamaan, persatuan, kerjasama dan saling mengasihi satu sama lain meskipun berbeda dalam segi apapun untuk menuju kehidupan yang harmonis dan maju.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/186</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.64499/jgi.v4i1.186</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 4 No 1 (2025): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 81-96</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v4i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/186/174</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/190</identifier>
				<datestamp>2025-11-11T10:48:16Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Implementasi Pembiasaan Keagamaan dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik di MTsN 8 Jombang</dc:title>
	<dc:creator>Hindun, Hindun</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">pembiasaan keagamaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">karakter religius</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">pendidikan Islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">MTsN 8 Jombang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk implementasi pembiasaan keagamaan sehari-hari serta menganalisis dampaknya terhadap pembentukan karakter religius peserta didik di MTsN 8 Jombang. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya pembentukan karakter religius melalui pendidikan formal, khususnya pada lingkungan madrasah yang memiliki kultur keagamaan kuat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan keagamaan di MTsN 8 Jombang dilaksanakan dalam dua bentuk yaitu kegiatan harian dan kegiatan mingguan. Kegiatan harian dilaksanakan setiap hari Selasa hingga Kamis, meliputi salat dhuha, salat zuhur berjamaah, serta tadarus Al-Qur’an sebelum pembelajaran. Adapun kegiatan mingguan dilaksanakan setiap hari Jumat, berupa pembacaan Surah Yasin, istighotsah, pembacaan sholawat Nabi, dan ceramah keagamaan. Implementasi kegiatan ini dilakukan secara terstruktur dengan melibatkan guru, pengurus rohis, serta dukungan penuh dari pihak madrasah. Pembiasaan keagamaan tersebut terbukti memberikan dampak positif dalam membentuk karakter religius peserta didik. Siswa menjadi lebih disiplin dalam beribadah, berakhlak sopan, terbiasa membaca Al-Qur’an, serta menunjukkan peningkatan sikap spiritual dalam kehidupan sehari-hari.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2025-11-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/190</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 4 No 2 (2026): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 1-13</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v4i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/190/178</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/195</identifier>
				<datestamp>2025-11-28T13:25:27Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Epistemologi Pendidikan Agama Islam Berkemajuan dalam Perspektif K.H. Ahmad Dahlan</dc:title>
	<dc:creator>Sholikhuddin, M. Anang</dc:creator>
	<dc:creator>Nafilah Putri, Nurin</dc:creator>
	<dc:creator>Dafa, IIkhlasud</dc:creator>
	<dc:creator>Ega Nurul Ishaq, Ahmad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Epistemologi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">K.H. Ahmad Dahlan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pendidikan Agama Islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Progresif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Tajdid</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji epistemologi Pendidikan Agama Islam Progresif (PAI) dari perspektif K.H. Ahmad Dahlan, seorang pembaharu Islam terkemuka di Indonesia. Epistemologi, sebagai studi tentang sumber dan metode memperoleh ilmu pengetahuan, berfungsi sebagai landasan penting untuk memahami arah dan metodologi pendidikan Islam yang dikembangkan oleh Ahmad Dahlan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan, penelitian ini mengeksplorasi berbagai karya, biografi, dan pemikiran K.H. Ahmad Dahlan yang terkait dengan konsep pendidikan dan pembaharuan Islam. Temuan menunjukkan bahwa epistemologi pendidikan menurut K.H. Ahmad Dahlan berakar pada prinsip wahyu sebagai sumber utama ilmu pengetahuan, yang harus diaktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat melalui tindakan nyata. Ia menolak dikotomi antara ilmu agama dan ilmu sekuler dan menekankan integrasi spiritualitas, rasionalitas, dan kemanusiaan sebagai landasan epistemologis pendidikan Islam progresif. Konsep ini diwujudkan dalam model pembelajaran yang kontekstual, aplikatif, dan responsif sosial. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa paradigma pendidikan progresif Ahmad Dahlan mendorong para pendidik tidak hanya untuk menanamkan ilmu agama, tetapi juga untuk menumbuhkan kesadaran sosial, berpikir kritis, dan semangat pembaruan (tajdid). Dengan demikian, epistemologi progresif ini memberikan landasan bagi pengembangan Pendidikan Agama Islam yang inklusif, humanis, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2025-11-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/195</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.64499/jgi.v4i2.195</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 4 No 2 (2026): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 14-24</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v4i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/195/185</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/216</identifier>
				<datestamp>2026-01-15T07:19:15Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PEMBENARAN ILMIAH DALAM FILSAFAT ILMU  INEGRASI AGAMA DAN SAINS</dc:title>
	<dc:creator>Asnaningsi, Asnaningsi</dc:creator>
	<dc:creator>Musthan, Zulkifli</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Agama</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Filsafat Ilmu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Integrasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pembenaran Ilmiah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Sains</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini membahas tentang filsafat ilmu integrasi agama dan sains dengan menitik beratkan pada pembenaran ilmia filsafat ilmu integrase agama dan sains. Studi pendekatannya menggunaka metode kajian pustaka metode kajian pustaka (library research). Sumber data utama dalam riset ini diperoleh dari berbagai referensi dan jurnal penelitian yang relevan dan berkaitan erat dengan isu integrasi agama dan sains. Seluruh buku dan sumber yang berhasil dihimpun merupakan panduan komprehensif yang relevan dengan topik yang dibahas. Setelah proses pengumpulan sumber selesai, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis dan sintesis data tersebut untuk mencapai kesimpulan yang valid dari hasil penelitian ini. Pembahasan akan mencakup tinjauan filosofis terhadap epistemologi sains dan agama, analisis mengenai potensi titik temu dan perbedaan fundamental, serta proposisi model-model integrasi yang didukung oleh argumen ilmiah dan filosofis mutakhir. Fokus utama adalah pada bagaimana filsafat ilmu dapat memfasilitasi pembenaran ilmiah bagi klaim-klaim yang muncul dari sintesis kedua ranah pengetahuan ini, dengan merujuk pada literatur terbaru dalam bidang filsafat ilmu, teologi sains, studi agama komparatif, dan metodologi penelitian interdisipliner</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2026-01-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/216</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.64499/jgi.v4i2.216</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 4 No 2 (2026): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 25-38</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v4i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/216/234</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/217</identifier>
				<datestamp>2026-01-15T07:36:21Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">STRATEGI PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DALAM FILSAFAT ILMU INTEGRASI AGAMA DAN SAINS</dc:title>
	<dc:creator>DEWI RESKI, ANDI ELVIANI</dc:creator>
	<dc:creator>Musthan, Zulkifli</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Agama dan Sains</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Integrasi Ilmu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Filsafat  Pendidikan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pendidikan Islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Strategi Pengembangan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Artikel ini bertujuan untuk mengkaji strategi pengembangan integrasi agama dan sains dalam perspektif filsafat pendidikan Islam melalui metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Analisis dilakukan dengan menelaah berbagai buku, artikel jurnal, dan literatur relevan yang membahas integrasi ilmu. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pengembangan integrasi dapat dipetakan ke dalam tiga level utama. Pertama, Paradigmatik (Filosofis), yaitu pembangunan kerangka filosofis yang menempatkan agama dan sains dalam satu kesatuan epistemologis dengan dimensi ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Kedua, Implementatif (Praktis), yaitu penerapan integrasi melalui kurikulum, metode pembelajaran, penelitian, dan budaya akademik yang menekankan keterhubungan antara nilai spiritual dan pendekatan saintifik. Ketiga, Evaluatif (Pengawasan dan Pengembangan Berkelanjutan), yaitu monitoring mutu pembelajaran, revisi kurikulum, kolaborasi lintas disiplin, serta penjaminan mutu akademik untuk memastikan konsistensi visi integratif. Kajian ini menegaskan bahwa integrasi agama dan sains bukan sekadar retorika, melainkan strategi sistematis yang menuntut konsistensi visi, kreativitas pedagogis, dan komitmen institusional. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam memperkuat model integrasi ilmu sekaligus menawarkan rekomendasi praktis bagi pengembangan pendidikan Islam di era modern</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2026-01-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/217</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.64499/jgi.v4i2.217</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 4 No 2 (2026): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 39-48</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v4i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/217/235</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/225</identifier>
				<datestamp>2026-01-15T07:55:06Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Puasa Ramadan sebagai Terapi Kesehatan Fisik dan Mental: Kajian Literatur dari Perspektif Islam dan Sains Modern</dc:title>
	<dc:creator>Putri Yulianti, Ananda</dc:creator>
	<dc:creator>Kosasih , Aceng</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kajian Literatur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kesehatan Fisik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kesehatan Mental</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Puasa Ramadan </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib bagi umat Islam yang memiliki nilai spiritual sekaligus manfaat kesehatan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manfaat puasa Ramadhan dari perspektif Islam dan sains modern, khususnya dalam konteks kesehatan fisik dan mental. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap sumber-sumber keislaman (Al-Qur’an, hadis) serta hasil penelitian ilmiah tentang efek puasa terhadap metabolisme tubuh, fungsi organ, dan kesehatan psikologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa puasa Ramadan tidak hanya meningkatkan kedisiplinan spiritual, tetapi juga berperan dalam detoksifikasi tubuh, peningkatan sensitivitas insulin, penurunan kadar lemak, serta penguatan keseimbangan emosional. Dengan demikian, puasa Ramadan dapat dipandang sebagai terapi alami yang menyatukan dimensi spiritual dan medis dalam menjaga kesehatan manusia secara holistik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2026-01-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/225</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.64499/jgi.v4i2.225</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 4 No 2 (2026): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 49-55</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v4i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/225/236</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/240</identifier>
				<datestamp>2026-01-18T04:04:26Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Manusia dan Jin sebagai Penduduk Neraka Jahannam dalam QS. al-A’raf/7: 179: Analisis Kontekstual atas Fenomena Konten Media Sosial tentang Perwujudan Jin</dc:title>
	<dc:creator>Ode Nur Aziza, Wa</dc:creator>
	<dc:creator>Ghany, Abdul</dc:creator>
	<dc:creator>Mujahid, Ahmad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Jin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Manusia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Media Sosial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Neraka Jahannam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">QS. al-A’raf/7: 179</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini membahas makna QS. al-A’raf/7: 179 tentang manusia dan jin sebagai penghuni neraka Jahannam. Ayat ini menggambarkan kelompok manusia dan jin yang tidak menggunakan potensi akal, hati, dan penglihatan sebagaimana mestinya. Fenomena kontemporer seperti konten media sosial yang mengklaim menangkap perwujudan jin melalui kamera menunjukkan bagaimana masyarakat modern masih menaruh perhatian besar pada eksistensi jin, walaupun sering dibumbui unsur hiburan dan sensasionalisme. Dengan pendekatan tafsir tahlili, penelitian ini mengkaji keterkaitan antara teks Al-Qur’an dan realitas sosial, serta bagaimana umat islam dapat mengambil pelajaran ayat tersebut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2026-01-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/240</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.64499/jgi.v4i2.240</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 4 No 2 (2026): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 78-92</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v4i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/240/239</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/241</identifier>
				<datestamp>2026-01-15T08:35:27Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Uslub al-Jinas: Kajian Struktur dan Fungsinya dalam Penafsiran Al-Qur’an</dc:title>
	<dc:creator>Ode Nur Aziza, Wa</dc:creator>
	<dc:creator>Harjum, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Miswar, Andi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Al-Qur’an</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Bahasa Arab</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Jinas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Uslub </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini membahas uslūb jinās sebagai salah satu gaya bahasa penting dalam ilmu balāghah yang berfungsi memperindah ungkapan serta memperkuat pesan makna dalam teks Arab klasik maupun kontemporer. Jinās merupakan permainan kata yang memadukan dua lafaz dengan kemiripan bunyi, tetapi memiliki makna berbeda. Kajian ini menguraikan konsep dasar jinās, Struktur jinās tām dan jinās nāqiṣ serta fungsi retoris yang ditimbulkannya dalam teks Al-Qur’an, hadis, dan karya sastra Arab. Melalui metode deskriptif-analitis, pembahasan menunjukkan bahwa penggunaan jinās tidak hanya menambah estetika bahasa, tetapi juga memperdalam pesan, menghadirkan penegasan, serta membantu pembaca menangkap nuansa makna yang lebih halus. Penelitian ini menegaskan bahwa jinās merupakan perangkat retorika yang efektif untuk menguatkan penyampaian makna dan menjadi ciri khas keindahan bahasa Arab.&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2026-01-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/241</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.64499/jgi.v4i2.241</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 4 No 2 (2026): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 56-66</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v4i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/241/237</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/243</identifier>
				<datestamp>2026-01-16T05:20:31Z</datestamp>
				<setSpec>globalislamika:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">k Kalimat Imperatif :Kajian Struktur Dan Fungsinya Dalam Penafsiran Al-Qur’an</dc:title>
	<dc:creator>muh tahir, Arman</dc:creator>
	<dc:creator>Miswar, Andi</dc:creator>
	<dc:creator>Harjun, Mohammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Amr</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Analisis Struktural</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Fungsi Pragmatik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kalimat Imperatif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Tafsir Linguistik </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Fenomena penggunaan kalimat imperatif dalam Al-Qur’an merupakan aspek kebahasaan yang tidak hanya menunjukkan bentuk perintah, tetapi juga mengandung berbagai fungsi makna seperti anjuran, larangan, izin, ancaman, dan doa. Fenomena ini penting dikaji karena struktur imperatif menjadi salah satu kunci dalam memahami maksud ilahi serta nuansa retoris wahyu. Kajian-kajian sebelumnya cenderung menitikberatkan pada aspek nahwu dan balaghah dalam bahasa Arab klasik atau pada konteks hukum fiqhiyah yang berangkat dari ayat-ayat amr (perintah) dan nahi (larangan). Namun, belum banyak penelitian yang mengkaji secara komprehensif struktur gramatikal dan fungsi semantik-pragmatis kalimat imperatif dalam penafsiran Al-Qur’an, terutama dalam kaitannya dengan cara mufasir menafsirkan intensi perintah berdasarkan konteks sosial-teologisnya. Artikel ini berupaya mengisi kekosongan tersebut dengan menelaah bentuk dan fungsi kalimat imperatif sebagaimana digunakan dalam Al-Qur’an melalui pendekatan analisis makna linguistic. Penelitian ini menelusuri bagaimana bentuk-bentuk amr mengalami pergeseran makna sesuai konteks ayat, gaya bahasa, serta tujuan komunikasi wahyu sebagaimana dipahami oleh mufasir klasik dan modern. Hasil kajian diharapkan dapat memperluas wawasan tentang makna Amr dalam Al-qur’an.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">CV. Global Aksara Pers</dc:publisher>
	<dc:date>2026-01-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Peer-review</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/243</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.64499/jgi.v4i2.243</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Global Islamika; Vol 4 No 2 (2026): Global Islamika: Jurnal Studi Islam dan Pemikiran Islam; 67-77</dc:source>
	<dc:source>2962-357X</dc:source>
	<dc:source>2962-3588</dc:source>
	<dc:source>10.64499/jgi.v4i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/globalislamika/article/view/243/238</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Global Islamika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
