Rasionalisme Menurut Ar-Razi dan Aristoteles
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.7030449Kata Kunci:
Rasionalisme, Akal, Rasio, Logika, Ar-Razi, AristotelesAbstrak
Rasionalisme berpendapat bahwa pikiran harus terlibat aktif dalam pencarian pengetahuan (misalnya dengan berpikir, menalar atau mendeduksi). Akal merupakan substansi sangat penting yang terdapat dalam diri manusia sebagai nur atau cahaya dalam hati. Pendapat ar-Razi dan Aristoteles cahaya yang dimaksud bersumber langsung dari Tuhan, agar memberikan kesadaran manusia dari kebodohan. Ar-Razi ialah seorang rasionalis murni, yang percaya bahwasannya pengetahuan didapat dengan cara berfikir, alat berfikir tersebut adalah petunjuk yang masuk akal atau logis. Sedangkan rasionalisme Aristoteles ialah sistematika berpikir yang pasti, absolut, serta tidak dapat ditentang. Di dalam aliran filsafat ilmu, rasionalisme ialah suatu ilmu yang berpandangan bahwasannya logika atau rasio (akal) adalah sumbernya pengetahuan
Abstract
Rationalism argues that the mind must be actively involved in the search for knowledge (eg by thinking, reasoning or deduction). Reason (ratio) is a very important substance contained in humans as light (nur) in the heart. This light, according to ar-Razi and Aristoteles, comes directly from God Almighty, as a messenger to awaken people from ignorance. Ar-razi is a pure rationalist, who believes that knowledge is obtained by thinking, thinking tools are logical rules or logical rules. Meanwhile, Aristoteles rationalism is systematic thinking that is certain, absolute, and cannot be challenged. In the philosophy of science, rationalism is a sciene which holds that logic or reason is the source of knowledge
Referensi
Achmadi, Asmoro. Pengantar Filsafat Umum. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012.
Abbas, Mahmoud. Sepanjang Ajaran Agama dan Pemikiran Manusia. Yogyakarta: Gaya
Media Pratama, 2015.
Bachtiar, Amsal. Filsafat Agama. Jakarta: Logos, 1997.
Burhanuddin. Pengantar Filsafat. Jakarta: Bumi Aksara, 20015.
Baggini, Julian. Lima Tema Utama Filsafat. Jakarta Selatan: Teraju PT. Mizan Publika, 2004.
Bagir, Hidar. Filsafat Kenabian. Bandung: PT. Mizan, 2005.
Corbin, Henry. Kamus Filsafat. Bandung: Remaja Rosda Karya, 1995.
Daudy, Ahmad. Kuliah Filsafat Islam. Jakarta: Bulan Bintang, 1992.
Depdikbud. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1990.
Gazalba, Sidi. Sistematika Fisafat. Jakarta: Bulan Bintang, 1987.
Hasan, Mustofa. Sejarah Filsafat Islam. Bandung: Pustaka Setia, 2015
Hanafi, Ahmad. Pengantar Filsafat Islam. Jakarta: Bulan Bintang, 1990.
Hasan, Ilyas. Para Filosof Muslim. Bandung: Mizan, 1998.
Setiadi, Darun. Filsafat Agama. Bandung: CV Pustaka Setia, 2012.
Siswanto, Joko. Filsafat Islam. Jakarta: Gaya Media Pratama, 2015..
Zar, Sirajjudin. Filsafat Islam Filosof dan Filsafatnya. Yogyakarta: Jendela, 2002.












