Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Malam Batik dan Baglog Jamur Menjadi Biokokas Ramah Lingkungan di Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen
DOI:
https://doi.org/10.64499/jaka.v3i1.184Kata Kunci:
biokokas, limbah malam batik, baglog jamur, energi terbarukanAbstrak
Industri batik dan budidaya jamur tiram di Kecamatan Kepanjen menghasilkan limbah malam batik dan baglog jamur yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, kedua jenis limbah tersebut memiliki kandungan karbon tinggi dan berpotensi dijadikan bahan bakar alternatif ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan minat masyarakat Desa Sukoraharjo terhadap pemanfaatan limbah lokal menjadi biokokas sebagai sumber energi alternatif. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, sosialisasi, demonstrasi, dan evaluasi dengan melibatkan 37 peserta yang terdiri dari perangkat desa, anggota PKK, guru, dan warga setempat. Evaluasi dilakukan melalui angket skala Likert 1–5 yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan partisipasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan positif dengan skor rata-rata keseluruhan sebesar 4,01 (kategori sangat positif). Masyarakat menunjukkan pemahaman yang baik terhadap konsep biokokas, sikap yang mendukung pemanfaatan limbah, serta minat untuk mencoba penerapan secara mandiri. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan literasi energi terbarukan dan kesadaran lingkungan masyarakat. Program ini diharapkan menjadi langkah awal pembentukan komunitas pengelola limbah berbasis energi alternatif di tingkat desa.



